Dokumen Bocor: China Lanjutkan Pembangunan Pangkalan Militer di UEA
Minggu, 30 April 2023 - 21:30 WIB
loading...
Seorang warga UEA duduk di kokpit jet tempur F-35 AS selama pameran Dubai Airshow 2021. Foto/epa
A
A
A
DUBAI - China melanjutkan pekerjaan konstruksi di pangkalan militer di Uni Emirat Arab (UEA) yang membuat Amerika Serikat (AS) marah. Kabar tersebut berdasarkan dokumen intelijen yang bocor.
Menurut Washington Post, dokumen intelijen AS yang bocor dilaporkan menunjukkan rencana China melanjutkan pembangunan di pangkalan militernya di UEA telah berjalan.
Fasilitas militer China yang dicurigai di pelabuhan Khalifa dekat Abu Dhabi adalah bagian dari rencana membuat jaringan global fasilitas militer di berbagai pelabuhan di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika pada tahun 2030, diberi label “proyek 141”.
Kelanjutan pembangunan pangkalan yang dilaporkan itu terjadi setelah pekerjaan di sana terpaksa dihentikan pada tahun 2021 karena keberatan AS.
Namun, menurut outlet tersebut, intelijen AS mendeteksi pembangunan yang dilanjutkan pada bulan Desember, hanya setahun setelah tampaknya dihentikan.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei: Bahkan 1 Tentara AS di Irak Terlalu Banyak
Intelijen AS terus memantau aktivitas China di pangkalan dan di lokasi lain di UEA, menurut dokumen itu, di tengah kekhawatiran negara Teluk itu semakin dekat dengan China.
Menurut Washington Post, dokumen intelijen AS yang bocor dilaporkan menunjukkan rencana China melanjutkan pembangunan di pangkalan militernya di UEA telah berjalan.
Fasilitas militer China yang dicurigai di pelabuhan Khalifa dekat Abu Dhabi adalah bagian dari rencana membuat jaringan global fasilitas militer di berbagai pelabuhan di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika pada tahun 2030, diberi label “proyek 141”.
Kelanjutan pembangunan pangkalan yang dilaporkan itu terjadi setelah pekerjaan di sana terpaksa dihentikan pada tahun 2021 karena keberatan AS.
Namun, menurut outlet tersebut, intelijen AS mendeteksi pembangunan yang dilanjutkan pada bulan Desember, hanya setahun setelah tampaknya dihentikan.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei: Bahkan 1 Tentara AS di Irak Terlalu Banyak
Intelijen AS terus memantau aktivitas China di pangkalan dan di lokasi lain di UEA, menurut dokumen itu, di tengah kekhawatiran negara Teluk itu semakin dekat dengan China.
Lihat Juga :