Sekjen NATO: Ukraina Sudah Terima 98% dari Kendaraan Tempur yang Dijanjikan
Jum'at, 28 April 2023 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Stoltenberg menekankan dukungan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Ukraina, tapi dia memperingatkan bahwa NATO tidak boleh meremehkan Rusia.
"Moskow memobilisasi lebih banyak pasukan darat dan bersedia mengirim ribuan pasukan dengan tingkat korban yang sangat tinggi," katanya.
"Dalam menghadapi apa yang tampaknya menjadi konflik yang berkepanjangan, negara-negara NATO harus tetap berada di jalur dan terus memberikan apa yang dibutuhkan Ukraina untuk menang," imbuh kepala aliansi militer pimpinan Amerika Serikat tersebut.
Stoltenberg mengatakan bahwa KTT NATO pada Juli di Lituania akan menetapkan rencana untuk program dukungan multi-tahun untuk Ukraina.
“Ini akan menempatkan Ukraina pada posisi yang kuat untuk terus merebut kembali wilayah yang diduduki,” kata Stoltenberg.
Komentarnya muncul sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dia dan pemimpin China Xi Jinping melakukan panggilan telepon "panjang dan bermakna" dalam kontak pertama mereka yang diketahui sejak invasi skala penuh Rusia lebih dari setahun yang lalu.
Meskipun Zelensky mengatakan dia terdorong oleh seruan Xi Jinping agar bernegosiasi dengan Rusia, dan para pejabat Barat menyambut baik langkah Xi Jinping, perkembangan tersebut belum membawa perubahan langsung dalam prospek perdamaian.
"Moskow memobilisasi lebih banyak pasukan darat dan bersedia mengirim ribuan pasukan dengan tingkat korban yang sangat tinggi," katanya.
"Dalam menghadapi apa yang tampaknya menjadi konflik yang berkepanjangan, negara-negara NATO harus tetap berada di jalur dan terus memberikan apa yang dibutuhkan Ukraina untuk menang," imbuh kepala aliansi militer pimpinan Amerika Serikat tersebut.
Stoltenberg mengatakan bahwa KTT NATO pada Juli di Lituania akan menetapkan rencana untuk program dukungan multi-tahun untuk Ukraina.
“Ini akan menempatkan Ukraina pada posisi yang kuat untuk terus merebut kembali wilayah yang diduduki,” kata Stoltenberg.
Komentarnya muncul sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dia dan pemimpin China Xi Jinping melakukan panggilan telepon "panjang dan bermakna" dalam kontak pertama mereka yang diketahui sejak invasi skala penuh Rusia lebih dari setahun yang lalu.
Meskipun Zelensky mengatakan dia terdorong oleh seruan Xi Jinping agar bernegosiasi dengan Rusia, dan para pejabat Barat menyambut baik langkah Xi Jinping, perkembangan tersebut belum membawa perubahan langsung dalam prospek perdamaian.
Lihat Juga :