Vladimir Putin Pecat Jenderal Rusia yang Dijuluki Jagal Mariupol

Jum'at, 28 April 2023 - 08:11 WIB
loading...
Vladimir Putin Pecat...
Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, perwira Rusia yang dijuluki sebagai Jagal Mariupol, dipecat dari posisinya sebagai wakil menteri pertahanan. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin telah memecat Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, perwira yang dijuluki sebagai "Jagal Mariupol", dari poisinya sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Pemecatannya diungkap koresponden perang Rusia , Alexander Sladkov.

Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev telah mendapatkan reputasi atas kebrutalan yang kejam dalam invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina. Dia dituduh terlibat dalam pengeboman kota pelabuhan selatan Mariupol, kota yang direbut Moskow pada Mei 2022.

Menurut media pemerintah, Mizintsev diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Untuk Logistik pada akhir September 2022.

"Jagal akan membangun rumah jagal baru," tulis Kementerian Pertahanan Ukraina saat berita pemecatan jenderal tersebut menyebar.

Baca Juga: Mikhail Mizintsev, Jenderal Rusia yang Dijuluki Jagal Mariupol

Menurut Sladkov, koresponden surat kabar milik pemerintah; Izvestia, Mizintsev sekarang telah dipecat dari posisinya.

"Mikhail Mizintsev mengalami nasib yang menarik tahun ini," tulis Sladkov di Teleagram pada hari Kamis, menggambarkan komandan tersebut sebagai "teman".

Dia menambahkan bahwa Mizintsev tidak memiliki hubungan langsung dengan penyerbuan kota Mariupol.

Dalam postingan lanjutan, Sladkov mengatakan Alexei Kuzmenkov, yang disebut sebagai Wakil Kepala Garda Nasional Rusia, akan menggantikan Mizintsev dalam peran logistik.

Blogger militer Rusia, WarGonzo, seperti dikutip Newsweek, Jumat (28/4/2023), juga mem-posting di Telegram tentang pemecatan Mizintsev.

Sebelum mengambil peran Kementerian Pertahanan, Mizintsev telah menjadi kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional sejak Desember 2014.

Pada 31 Maret 2022, dia diberi sanksi oleh pemerintah Inggris atas tindakannya yang tercela di Suriah dan Ukraina.

"Mizintsev adalah Kepala Pusat Komando dan Kontrol Pertahanan Nasional, tempat semua operasi militer Rusia direncanakan dan dikendalikan di seluruh dunia," kata pemerintah Inggris saat itu.

"Mizintsev dikenal menggunakan taktik yang tercela, termasuk menembaki pusat-pusat sipil di Aleppo pada 2015-16 dan sekarang di Mariupol—di mana kekejaman terus dilakukan terhadap orang-orang Ukraina," lanjut pemerintah Inggris.

Mizintsev lahir pada 1962, menurut kantor berita TASS yang didukung Kremlin, dan lulus dari Sekolah Militer Kalinin Suvorov pada 1980.

Kembali pada April 2022, Mizintsev adalah sosok yang kurang dikenal yang sebagian besar "tidak jelas" dan terbatas pada peran "administratif secara efektif" dalam militer Rusia.

Pada bulan-bulan awal perang habis-habisan di Ukraina, kota Mariupol, tempat Mizintsev mendapatkan julukannya, mengalami pengeboman berat dan serangan fatal seperti di teater dan rumah sakit bersalin di kota yang sekarang direbut Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved