Pertama dalam 40 Tahun, AS Akan Kirim Kapal Selam Nuklir ke Korea Selatan
Kamis, 27 April 2023 - 00:08 WIB
loading...
A
A
A
“(Kami) akan memperkuat latihan dan kegiatan simulasi kami untuk meningkatkan pendekatan aliansi AS-(Korea Selatan) untuk menghalangi dan bertahan melawan ancaman (Korea Utara) termasuk dengan mengintegrasikan aset (non-nuklir Korea Selatan) dengan lebih baik ke dalam perencanaan strategis kami sebagai bagian dari upaya aliansi untuk memperkuat pencegahan dan mengelola kekhawatiran tentang non-proliferasi nuklir di wilayah tersebut,” kata pejabat itu.
Pejabat itu juga mengatakan deklarasi itu juga akan membentuk kelompok konsultatif nuklir AS-Korea Selatan (NCG) baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan pembagian intelijen terkait nuklir.
“NCG (adalah) mekanisme konsultasi bilateral reguler yang akan berfokus pada isu-isu nuklir dan perencanaan strategis dan akan memberi wawasan tambahan kepada sekutu (Korea Selatan) kami tentang bagaimana kami berpikir tentang perencanaan kontinjensi besar dalam banyak hal,” kata pejabat itu.
“Ini dimodelkan setelah apa yang kami lakukan dengan sekutu Eropa selama puncak Perang Dingin di periode yang sama dengan potensi ancaman eksternal,” sambungnya.
Ketentuan baru dalam deklarasi tersebut dirancang untuk memperkuat kepercayaan publik dan pemerintah Korsel pada komitmen AS, kata pejabat itu, dan menunjukkan front persatuan kepada pemimpin Korut Kim Jong-un.
Baca Juga: AS Desak Korut Batalkan Peluncuran Satelit Militer Pertama
Pejabat itu juga mengatakan deklarasi itu juga akan membentuk kelompok konsultatif nuklir AS-Korea Selatan (NCG) baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan pembagian intelijen terkait nuklir.
“NCG (adalah) mekanisme konsultasi bilateral reguler yang akan berfokus pada isu-isu nuklir dan perencanaan strategis dan akan memberi wawasan tambahan kepada sekutu (Korea Selatan) kami tentang bagaimana kami berpikir tentang perencanaan kontinjensi besar dalam banyak hal,” kata pejabat itu.
“Ini dimodelkan setelah apa yang kami lakukan dengan sekutu Eropa selama puncak Perang Dingin di periode yang sama dengan potensi ancaman eksternal,” sambungnya.
Ketentuan baru dalam deklarasi tersebut dirancang untuk memperkuat kepercayaan publik dan pemerintah Korsel pada komitmen AS, kata pejabat itu, dan menunjukkan front persatuan kepada pemimpin Korut Kim Jong-un.
Baca Juga: AS Desak Korut Batalkan Peluncuran Satelit Militer Pertama
Lihat Juga :