DBD Mewabah, Argentina Catat Rekor Korban Meninggal
Sabtu, 22 April 2023 - 15:08 WIB
loading...
Argentina catat rekor korban meninggal saat DBD mewabah. Foto/BBC
A
A
A
BUENOS AIRES - Argentina sedang berjuang melawan rekor wabah demam berdarah dengue (DBD). Setidaknya lebih dari 40 orang meninggal dan menginfeksi lebih dari 60.000, terutama di wilayah barat laut negara itu.
Infeksi ini disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan wabah besar terakhir yang melanda Argentina terjadi pada tahun 2020.
Kementerian Kesehatan Argentina mengatakan kasus demam berdarah mulai meningkat.
Baca Juga: Bagaimana Rasanya Tak Cukur Bulu Tubuh Setahun? Begini Pengalaman Selebgram Cantik Martina Diaz
Ahli biologi menyinari ribuan nyamuk jantan di laboratorium, yang akan dirilis nanti, dengan harapan keturunan mereka tidak dapat hidup karena kerusakan DNA.
"Nyamuk ini, akibat kenaikan suhu di negara kita dan dunia... mampu menyebar lebih banyak. Populasinya terus bergerak lebih jauh ke selatan," kata ahli biologi Marianela Garcia Alba, dikutip kantor berita Reuters yang dilansir dari BBC, Sabtu (22/4/2023).
"Tujuannya agar nyamuk yang terpapar radiasi menjadi tipe yang dominan, untuk menekan penyebaran DBD," tambahnya.
Baca Juga: Menentang Standar Kecantikan, Influencer Wanita Ini Tolak Cukur Bulu Setahun
Provinsi barat laut Salta, Tucumán dan Jujuy, dekat perbatasan Argentina dengan Chili dan Bolivia, telah mencatat jumlah kematian tertinggi.
Gejala DBD meliputi demam, sakit kepala, mual, dan nyeri sendi.
Kementerian Kesehatan Argentina telah mendesak masyarakat untuk meningkatkan langkah-langkah anti-nyamuk, termasuk kelambu di pintu dan jendela, penggunaan obat nyamuk dan membuang wadah air yang dapat menjadi tempat berkembang biak.
Baca Juga: Ribuan Wanita Hamil Rusia Berburu Paspor Argentina, Ada Apa?
Infeksi ini disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan wabah besar terakhir yang melanda Argentina terjadi pada tahun 2020.
Kementerian Kesehatan Argentina mengatakan kasus demam berdarah mulai meningkat.
Baca Juga: Bagaimana Rasanya Tak Cukur Bulu Tubuh Setahun? Begini Pengalaman Selebgram Cantik Martina Diaz
Ahli biologi menyinari ribuan nyamuk jantan di laboratorium, yang akan dirilis nanti, dengan harapan keturunan mereka tidak dapat hidup karena kerusakan DNA.
"Nyamuk ini, akibat kenaikan suhu di negara kita dan dunia... mampu menyebar lebih banyak. Populasinya terus bergerak lebih jauh ke selatan," kata ahli biologi Marianela Garcia Alba, dikutip kantor berita Reuters yang dilansir dari BBC, Sabtu (22/4/2023).
"Tujuannya agar nyamuk yang terpapar radiasi menjadi tipe yang dominan, untuk menekan penyebaran DBD," tambahnya.
Baca Juga: Menentang Standar Kecantikan, Influencer Wanita Ini Tolak Cukur Bulu Setahun
Provinsi barat laut Salta, Tucumán dan Jujuy, dekat perbatasan Argentina dengan Chili dan Bolivia, telah mencatat jumlah kematian tertinggi.
Gejala DBD meliputi demam, sakit kepala, mual, dan nyeri sendi.
Kementerian Kesehatan Argentina telah mendesak masyarakat untuk meningkatkan langkah-langkah anti-nyamuk, termasuk kelambu di pintu dan jendela, penggunaan obat nyamuk dan membuang wadah air yang dapat menjadi tempat berkembang biak.
Baca Juga: Ribuan Wanita Hamil Rusia Berburu Paspor Argentina, Ada Apa?
(ian)
Lihat Juga :