Gema Takbir Kemenangan Bersama Ribuan Masyarakat Indonesia di Bangkok
Sabtu, 22 April 2023 - 14:25 WIB
loading...
Ribuan WNI berkumpul di lapangan sepakbola KBRI Bangkok untuk mengikuti sholat Idulfitri 1 Syawal 1444 H bertepatan pada hari Sabtu (22/4/2023). Foto/KBRI Bangkok
A
A
A
BANGKOK - Lebih dari 1.800 orang masyarakat Indonesia berkumpul di lapangan sepakbola KBRI Bangkok untuk mengikuti sholat Idulfitri 1 Syawal 1444 H bertepatan pada hari Sabtu (22/4/2023). Masyarakat Indonesia yang datang dari berbagai wilayah di Thailand dengan khusuk dan khidmat menikmati alunan takbir dan tahmid yang dilantunkan sejak pagi hingga pelaksanaan Sholat Idulfitri secara bersama-sama.
Sholat Ied tahun ini dipimpin oleh Imam Dr. H. Muhammad Hosnan, L.C, M.A dan pengisi Khutbah adalah Drs. H. Engkos Kosasih, LC, M.A yang khusus datang dari Indonesia untuk melakukan kegiatan pembinaan rohani, dakwah, dan pengajaran singkat Bahasa Arab bagi masyarakat Indonesia di lingkungan Masjid As-Syafier KBRI Bangkok selama bulan suci Ramadan.
Melalui tema “Tingkatkan rasa syukur kembali menikmati Hari Kemenangan, Idulfitri, dalam situasi lebih normal” khatib menyampaikan bulan Ramadan adalah bulan pembinaan umat dalam segala dimensi, baik itu jasmani, rohani, individual atau sosial untuk menuju pribadi yang bertakwa.
"Semua ritual puasa maupun sholat malam menjadi wahana pencucian jiwa untuk kembali kepada kesucian," ujar Kosasih.
Baca Juga: Kasus Mayat WNI Dibuang dalam Tas di Jepang Diselidiki, KBRI Dampingi 3 Tersangka
Sholat Ied tahun ini dipimpin oleh Imam Dr. H. Muhammad Hosnan, L.C, M.A dan pengisi Khutbah adalah Drs. H. Engkos Kosasih, LC, M.A yang khusus datang dari Indonesia untuk melakukan kegiatan pembinaan rohani, dakwah, dan pengajaran singkat Bahasa Arab bagi masyarakat Indonesia di lingkungan Masjid As-Syafier KBRI Bangkok selama bulan suci Ramadan.
Melalui tema “Tingkatkan rasa syukur kembali menikmati Hari Kemenangan, Idulfitri, dalam situasi lebih normal” khatib menyampaikan bulan Ramadan adalah bulan pembinaan umat dalam segala dimensi, baik itu jasmani, rohani, individual atau sosial untuk menuju pribadi yang bertakwa.
"Semua ritual puasa maupun sholat malam menjadi wahana pencucian jiwa untuk kembali kepada kesucian," ujar Kosasih.
Baca Juga: Kasus Mayat WNI Dibuang dalam Tas di Jepang Diselidiki, KBRI Dampingi 3 Tersangka
Lihat Juga :