Tantangan Warga Saudi Pasca Idulfitri, Penyesuaian Kembali Pola Tidur

Sabtu, 22 April 2023 - 12:30 WIB
loading...
Tantangan Warga Saudi...
Tantangan Warga Saudi Pasca Idulfitri, Penyesuaian Kembali Pola Tidur. FOTO/SPA
A A A
RIYADH - Selama Ramadan , sebagian besar pola tidur umat Islam berubah. Mereka harus berbuka puasa di malam hari dan tidur setelah sahur. Kegiatan Ramadan dan pertemuan keluarga yang terjadi di malam hari juga berkontribusi pada perubahan pola tidur.

Kemungkinan besar, perayaan Idulfitri tidak akan mengubah siklus tidur Ramadan bagi kebanyakan warga Arab Saudi. Saat kembali bekerja, banyak yang akan mengalami beragam gejala, termasuk kelesuan, perubahan suasana hati, dan sakit kepala.

Baca juga: 5 Tips Mengatur Pola Tidur Selama Puasa Ramadan, Tubuh Tetap Fit dan Bugar

Menurut Dr. Ahmed Salem Bahamam, konsultan spesialis pengobatan tidur. Fakta bahwa pola tidur yang tidak teratur atau larut malam dapat memengaruhi kesehatan kita.

“Sistem metabolisme, sistem peredaran darah, dan sistem kekebalan semuanya terkait dengan pola tidur dan jam biologis,” jelas Dr. Bahamam, seperti dikutip dari Arab News.

“Pola tidur yang buruk menyebabkan peningkatan tekanan darah, fungsi jantung yang buruk, peningkatan nafsu makan, dan penambahan berat badan,” lanjutnya.

Selama Ramadhan, sama seperti umat Muslim di negara lain, warga Saudi kurang tidur. Terutama mereka yang pergi ke sekolah atau bekerja, karena mereka cenderung terjaga sepanjang malam dan tidur setelah sahur.

Baca juga: Tips Tidur Berkualitas selama Ramadan ala Dokter Reinita Arlin

“Ketika kami melakukan tinjauan sistematis dari semua penelitian yang diterbitkan terkait dengan waktu tidur yang tertunda dan pola tidur yang tidak teratur, kami menemukan bahwa kebanyakan orang kehilangan sekitar satu jam tidur per malam, rata-rata, selama Ramadhan dibandingkan dengan Syaban (bulan sebelumnya),” jelas Dr Bahamam.

“Dan, kami menemukan ada gangguan parah pada jam biologis kebanyakan orang, dalam arti malam menjadi siang dan siang menjadi malam,” lanjutnya.

Menurut Dr. Bahamam, kebanyakan warga Saudi merasa mudah untuk menunda waktu tidur mereka di awal Ramadhan, tetapi lebih sulit untuk menyesuaikannya kembali saat Idulfitri.

Baca juga: 4 Sunnah Rasul Sebelum Tidur, Nomor 1 Sering Diremehkan

"Jika Anda bepergian ke barat - katakanlah dari Riyadh ke Los Angeles - Anda tidak akan menderita seperti jika Anda bepergian dari Los Angeles ke Riyadh," katanya. Ini menjelaskan bahwa manusia kurang bisa tidur lebih awal dari waktu tidur normal mereka.

Untungnya ada cara untuk membantu mengatur pola tidur seseorang selama Idulfitri menjelang kembali bekerja, jelasnya. Termasuk menyesuaikan kembali jadwal tidur, menghindari makanan berat, dan pergi keluar pada siang hari karena “cahaya alami dapat membantu menyesuaikan jam biologis kita.”
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved