Mengenal Pasukan RSF, Paramiliter yang Perang Saudara dengan Tentara Sudan
Senin, 17 April 2023 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2017, UU yang melegitimasi RSF sebagai pasukan keamanan independen disahkan pemerintah.
Keberadaan RSF bermula pada tahun 2000-an dari milisi Janjaweed yang bertempur dalam konflik di daerah Darfur.
RSF digunakan oleh Presiden Sudan Omar al-Bashir untuk membantu meredakan pemberontakan yang tengah berkecamuk.
Setelah itu, RSF semakin berkembang dan menjadi kelompok penjaga perbatasan. Tugas utamanya adalah mengendalikan laju migrasi yang kala itu tidak terkendali.
RSF dan tentara Sudan mulai mengirim pasukan ke Yaman untuk berperang pada tahun 2015. Selain itu, kedua pasukan tersebut juga bertempur bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Empat tahun setelahnya, RSF turut berpartispasi dalam menggulingkan Omar al-Bashir.
Reuters menyebut, pasukan yang dipimpin Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo atau Hemedti ini memiliki sekitar 100 ribu pasukan dan ditempatkan di seluruh wilayah Sudan.
Di tahun yang sama, Hemedti melakukan penandatanganan perjanjian pembagian kekuasaan yang mengantarkannya pada kursi Dewan Penguasa atau Wakil Kepala Dewan Kedaulatan Sudan di bawah pimpinan seorang Jenderal Angkatan Darat, Abdel Fattah al-Burhan.
Keberadaan RSF bermula pada tahun 2000-an dari milisi Janjaweed yang bertempur dalam konflik di daerah Darfur.
RSF digunakan oleh Presiden Sudan Omar al-Bashir untuk membantu meredakan pemberontakan yang tengah berkecamuk.
Setelah itu, RSF semakin berkembang dan menjadi kelompok penjaga perbatasan. Tugas utamanya adalah mengendalikan laju migrasi yang kala itu tidak terkendali.
RSF dan tentara Sudan mulai mengirim pasukan ke Yaman untuk berperang pada tahun 2015. Selain itu, kedua pasukan tersebut juga bertempur bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Empat tahun setelahnya, RSF turut berpartispasi dalam menggulingkan Omar al-Bashir.
Reuters menyebut, pasukan yang dipimpin Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo atau Hemedti ini memiliki sekitar 100 ribu pasukan dan ditempatkan di seluruh wilayah Sudan.
Di tahun yang sama, Hemedti melakukan penandatanganan perjanjian pembagian kekuasaan yang mengantarkannya pada kursi Dewan Penguasa atau Wakil Kepala Dewan Kedaulatan Sudan di bawah pimpinan seorang Jenderal Angkatan Darat, Abdel Fattah al-Burhan.
Lihat Juga :