Kuwait Bakal Bangun Menara Setinggi 1 Km, Lampaui Burj Khalifa di Dubai

Minggu, 16 April 2023 - 08:59 WIB
loading...
Kuwait Bakal Bangun...
Kuwait bakal bangun menara setinggi 1Km, lampaui Burj Khalifa di Dubai. Foto/CNN
A A A
KUWAIT CITY - Kuwait pada minggu ini mengatakan akan membangun gedung pencakar langit yang akan menjulang di atas Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) , yang saat ini merupakan gedung tertinggi di dunia dengan tinggi lebih dari 150 meter.

Gedung yang diberi nama Burj Mubarak al-Kabir akan memiliki tinggi 234 lantai akanmembumbung tinggi lebih dari 1 km ke udara, dan dirancang untuk menahan angin hingga 150 mph.

Ketinggian 1001 meter bukanlah suatu kebetulan tetapi merupakan penghargaan yang disengaja untuk cerita rakyat terkenal sepanjang masa dari 'Seribu Satu Malam', kumpulan cerita legendaris yang berlatar di Teluk dan tempat lain di Timur Tengah.

Baca Juga: Ini Fedha, Penyiar Berita Pertama Kuwait yang Bukan Manusia

Menurut laporan Burj Mubarak al-Kabir, dinamai menurut sebuah wilayah di Kuwait, dapat menampung 7.000 orang, bersama dengan kantor, hotel, toko, dan titik observasi.

Meskipun akan lebih tinggi dari Burj Khalifa setinggi 828 meter, Burj Mubarak al-Kabir mungkin bukan menara tertinggi di dunia setelah selesai, karena menara yang sedang dibangun di negara tetangga Arab Saudi juga diperkirakan akan berdiri lebih dari 1 km seperti dikutip dari New Arab, Minggu (16/4/2023).

Menara Kuwait akan menjadi bagian dari perlawanan dari proyek Madinat al-Hareer (Kota Sutra), yang akan melihat sebidang tanah kosong diubah menjadi kota yang dibangun dengan tujuan luas sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China.

Megacity, diperkirakan menelan biaya USD132 miliar, akan menampilkan pembangkit listrik, pelabuhan raksasa, rumah sakit, fasilitas hiburan, dan jalan lintas yang menghubungkannya ke ibu kota Kuwait City, membentuk bagian penting dari proyek Visi 2035 negara Teluk itu.

Baca Juga: Kuwait Larang Imam Baca Al-Qur'an via Ponsel Selama Salat

Pembangunan Burj al-Mubarak akan memakan waktu sekitar 25 tahun, memberikan waktu bagi kota di sekitarnya untuk berkembang.

Seperti negara-negara Teluk lainnya, Kuwait saat ini memanfaatkan cadangan keuangannya yang besar untuk memodernisasi infrastruktur dan mengkonfigurasi ulang ekonominya untuk era pasca-minyak.

Sebelumnya, Arab Saudi sedang membangun megacity NEOM senilai USD500 miliar, bersama dengan proyek ambisius lainnya.

Baca Juga: Rekannya Dibunuh Secara Brutal, 114 PRT Filipina Ramai-ramai Tinggalkan Kuwait
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved