Presiden Brasil: AS Harus Berhenti Mendorong Perang di Ukraina!

Sabtu, 15 April 2023 - 17:42 WIB
loading...
Presiden Brasil: AS...
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mendesak Amerika Serikat berhenti mendorong perang di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan pada Sabtu (15/4/2023) bahwa Amerika Serikat (AS) harus berhenti "mendorong" perang di Ukraina . Seruan ini disampaikan saat dia menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke China, di mana dia telah memperkuat hubungan ekonomi dengan mitra dagang utama negaranya.

Lula da Silva menggunakan perjalanannya untuk mendorong pesan bahwa "Brasil telah kembali" sebagai pemain kunci di panggung global—dan untuk memperingatkan bahwa hubungan negara Amerika Selatan yang semakin dalam dengan China tidak dapat dinegosiasikan.

Lula pada Sabtu menuju ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk kunjungan resmi satu hari, dan akan bertemu Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan.

Selama perjalanan ke China, pemimpin sayap kiri itu mengecam kekuatan dolar AS dan IMF, dan bertemu perwakilan dari raksasa teknologi China, Huawei, yang secara efektif telah ditutup dari pasar AS.

Baca Juga: Bocoran Dokumen AS: Pasukan Khusus Rusia Dihancurkan oleh Perang Ukraina

"Amerika Serikat perlu berhenti mendorong perang dan mulai berbicara tentang perdamaian. Uni Eropa perlu mulai berbicara tentang perdamaian," kata Lula kepada wartawan di Beijing, seperti dikutip AFP.

"Dengan cara itu, masyarakat internasional akan dapat meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa perdamaian adalah kepentingan seluruh dunia," katanya lagi, sebelum berangkat ke Uni Emirat Arab.

Lula, yang kembali berkuasa pada Januari setelah menjalani dua masa jabatan antara 2003 dan 2010, bertemu Presiden China Xi Jinping pada Jumat.

Kedua pemimpin itu meminta negara-negara maju untuk menepati janji mereka untuk memberikan USD100 miliar per tahun kepada negara-negara termiskin untuk memerangi dampak perubahan iklim.

Lula melakukan tindakan penyeimbangan yang rumit karena dia juga mencari hubungan yang lebih dekat dengan Washington. Kunjungannya, yang mencakup agenda ekonomi di Shanghai dan agenda politik di Beijing, dilakukan setelah pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden pada Februari.

Tidak seperti kekuatan Barat, baik China maupun Brasil tidak menjatuhkan sanksi terhadap Moskow atas invasi Rusia pada Februari 2022 ke Ukraina.

Keduanya berupaya memposisikan diri sebagai mediator untuk mencapai perdamaian dalam konflik yang masih berkecamuk di timur Ukraina.

Sebelum perjalanan ke UEA, Lula telah mengusulkan pembentukan sekelompok negara untuk menengahi perang, dan mengatakan akan membahasnya di Beijing.

Ditanya tentang perkembangan inisiatif ini setelah pembicaraannya dengan Xi, Lula tidak memberikan detail.

"Penting untuk memiliki kesabaran untuk berbicara dengan Putin dan Zelensky," katanya.

"Tapi yang terpenting, perlu meyakinkan negara-negara yang memasok senjata, mendorong perang, untuk berhenti."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved