Rusia Rampungkan Uji Klinis Vaksin Covid-19
Senin, 20 Juli 2020 - 18:07 WIB
loading...
Uji klinis vaksin Rusia Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya bersama dengan Kementerian Pertahanan Rusia di Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko dilaporkan telah rampung dilakukan. Foto/REU
A
A
A
MOSKOW - Uji klinis vaksin Rusia Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya bersama dengan Kementerian Pertahanan Rusia di Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko dilaporkan telah rampung dilakukan. Peneliti mengatakan, vaksin ini aman digunakan dan dapat diandalkan.
"Uji klinis vaksin Rusia terhadap virus corona berakhir di rumah sakit Burdenko pada hari ini, kelompok sukarelawan kedua dan terakhir yang terdiri dari 20 orang sedang dikeluarkan dari rumah sakit militer," ucap Sergey Borisevich, kepala Institut Riset Ilmiah Sentral ke-48 Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Sputnik pada Senin (20/7/2020).
Menurut Borisevich, masih ada banyak pekerjaan penelitian di depan, tetapi hasilnya sudah jelas. ( Baca juga: Vaksin Corona Asal China Tiba, Dirut Indofarma: Harganya Pasti terjangkau )
"Data mengkonfirmasi bahwa, sebagai hasil dari vaksinasi, para sukarelawan menghasilkan antibodi yang diperlukan terhadap virus corona dan komponen vaksin aman. Antibodi diharapkan tetap di tubuh manusia untuk waktu yang lama," ujarnya.
"Kemampuan platform yang sebelumnya digunakan untuk mengembangkan dua vaksin Ebola dan vaksin Sindrom Pernafasan Timur Tengah (Mers) akan memungkinkan antibodi yang dihasilkan setelah vaksinasi dipertahankan untuk waktu yang lama," sambungnya.
Sementara itu, menurut CEO Dana Investasi Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev tahap kedua uji klinis vaksin diharapkan selesai pada 3 Agustus. ( Baca juga: Persaingan Pengembangan Vaksin Covid-19 Mulai Merambah Pencurian Data )
Vaksin Covid-19 Rusia sendiri menjalani uji klinis di dua institusi, yakni di Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko dan Universitas Kedokteran Negeri Moskow Pertama Sechenov. Vaksin ini memiliki dua komponen yang disuntikkan secara terpisah yang bersama-sama diharapkan memberikan kekebalan jangka panjang terhadap virus Corona.
"Uji klinis vaksin Rusia terhadap virus corona berakhir di rumah sakit Burdenko pada hari ini, kelompok sukarelawan kedua dan terakhir yang terdiri dari 20 orang sedang dikeluarkan dari rumah sakit militer," ucap Sergey Borisevich, kepala Institut Riset Ilmiah Sentral ke-48 Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Sputnik pada Senin (20/7/2020).
Menurut Borisevich, masih ada banyak pekerjaan penelitian di depan, tetapi hasilnya sudah jelas. ( Baca juga: Vaksin Corona Asal China Tiba, Dirut Indofarma: Harganya Pasti terjangkau )
"Data mengkonfirmasi bahwa, sebagai hasil dari vaksinasi, para sukarelawan menghasilkan antibodi yang diperlukan terhadap virus corona dan komponen vaksin aman. Antibodi diharapkan tetap di tubuh manusia untuk waktu yang lama," ujarnya.
"Kemampuan platform yang sebelumnya digunakan untuk mengembangkan dua vaksin Ebola dan vaksin Sindrom Pernafasan Timur Tengah (Mers) akan memungkinkan antibodi yang dihasilkan setelah vaksinasi dipertahankan untuk waktu yang lama," sambungnya.
Sementara itu, menurut CEO Dana Investasi Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev tahap kedua uji klinis vaksin diharapkan selesai pada 3 Agustus. ( Baca juga: Persaingan Pengembangan Vaksin Covid-19 Mulai Merambah Pencurian Data )
Vaksin Covid-19 Rusia sendiri menjalani uji klinis di dua institusi, yakni di Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko dan Universitas Kedokteran Negeri Moskow Pertama Sechenov. Vaksin ini memiliki dua komponen yang disuntikkan secara terpisah yang bersama-sama diharapkan memberikan kekebalan jangka panjang terhadap virus Corona.
(esn)
Lihat Juga :