Penyelidik FBI: Pembajak 9/11 Diberi Rekening Bank dan Apartemen California atas Perintah CIA
Jum'at, 14 April 2023 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut salah satu agen, yang memiliki kode nama “CS-23” dalam dokumen tersebut, CIA telah lama bekerja menghalangi penyelidikan FBI atas serangan teroris tahun 2001, sebagian dengan menolak membocorkan informasi mengenai hubungan badan tersebut dengan al-Bayoumi.
Menurut CS-23, ketika pertama kali ditanya, "pejabat CIA menanggapi kantor lapangan (FBI) San Diego dan melaporkan CIA tidak menyimpan file tentang al-Bayoumi," klaim yang dikatakan agen itu adalah "kebohongan".
CS-23 menjelaskan, “CIA mempertahankan 'file operasional' tentang Omar al-Bayoumi” dan hubungan mereka telah meninggalkan “jejak kertas” yang nyata.
Memang, “informasi mengenai al-Bayoumi tidak pernah diteruskan ke FBI,” agen itu menjelaskan, kemungkinan besar karena Omar al-Bayoumi adalah “seorang perwira intelijen yang dipekerjakan oleh pemerintah Saudi,” yang “diarahkan untuk mencoba merekrut Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Mihdhar sebagai sumber intelijen saat mereka berada di San Diego.”
Yang lebih mengerikan lagi adalah fakta bahwa “upaya untuk merekrut al-Hazmi dan al-Mihdhar adalah satu operasi yang diarahkan oleh Central Intelligence Agency,” tegas CS-23.
“Menurut agen FBI itu, CIA menggunakan hubungan penghubung mereka dengan dinas intelijen Saudi untuk melakukan operasi di wilayah AS," ungkap pengajuan hukum.
“Pengaturan seperti itu akan diperlukan karena CIA dilarang oleh undang-undang untuk melakukan operasi intelijen di AS,” papar agen tersebut menjelaskan.
Menurut CS-23, ketika pertama kali ditanya, "pejabat CIA menanggapi kantor lapangan (FBI) San Diego dan melaporkan CIA tidak menyimpan file tentang al-Bayoumi," klaim yang dikatakan agen itu adalah "kebohongan".
CS-23 menjelaskan, “CIA mempertahankan 'file operasional' tentang Omar al-Bayoumi” dan hubungan mereka telah meninggalkan “jejak kertas” yang nyata.
Memang, “informasi mengenai al-Bayoumi tidak pernah diteruskan ke FBI,” agen itu menjelaskan, kemungkinan besar karena Omar al-Bayoumi adalah “seorang perwira intelijen yang dipekerjakan oleh pemerintah Saudi,” yang “diarahkan untuk mencoba merekrut Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Mihdhar sebagai sumber intelijen saat mereka berada di San Diego.”
Yang lebih mengerikan lagi adalah fakta bahwa “upaya untuk merekrut al-Hazmi dan al-Mihdhar adalah satu operasi yang diarahkan oleh Central Intelligence Agency,” tegas CS-23.
“Menurut agen FBI itu, CIA menggunakan hubungan penghubung mereka dengan dinas intelijen Saudi untuk melakukan operasi di wilayah AS," ungkap pengajuan hukum.
“Pengaturan seperti itu akan diperlukan karena CIA dilarang oleh undang-undang untuk melakukan operasi intelijen di AS,” papar agen tersebut menjelaskan.
Lihat Juga :