Senator Lindsey Graham: AS Terbuka Kerahkan Pasukan di Taiwan

Senin, 10 April 2023 - 19:16 WIB
loading...
Senator Lindsey Graham:...
Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham menyatakan dia akan mendukung aliansi pertahanan formal dengan Taiwan dan akan mengirim pasukan AS untuk melawan invasi hipotetis China.

Graham, salah satu tokoh Partai Republik paling keras di Kongres, mengklaim membela Taiwan adalah kepentingan keamanan nasional AS.

Berbicara kepada Fox News pada Minggu (9/4/2023), anggota parlemen dari Partai Republik mengklaim kebijakan "ambiguitas strategis" AS di Taiwan, di mana Washington mengakui, tetapi tidak mendukung, kedaulatan China atas pulau itu tidak berfungsi, dan harus diganti dengan perjanjian pertahanan formal.

“Jadi pertanyaan untuk Kongres, haruskah kita memiliki perjanjian pertahanan dengan pulau Taiwan?” tanya dia.

“Saya akan sangat terbuka untuk menggunakan pasukan AS untuk membela Taiwan, karena itu demi kepentingan keamanan nasional kita untuk melakukannya,” papar dia.

Baca juga: Rusia Kerahkan Pasukan Pembunuh Tank ke Medan Perang Ukraina

“Saya percaya pada kebijakan Satu China, tetapi saya bersedia berjuang untuk Taiwan karena Taiwan adalah negara demokrasi,” ujar dia.

Dia menambahkan AS memiliki insentif ekonomi untuk melawan China atas pulau itu. “90% chip kelas atas dibuat di Taiwan. (China) akan memonopoli ekonomi digital,” papar dia.

Graham mengatakan dia akan mendukung penjualan jet tempur buatan AS ke Taipei, dan akan mendukung pergerakan “pasukan perang ke Korea Selatan dan Jepang.”

Saat ini ada puluhan tentara AS yang ditempatkan di Taiwan. Wall Street Journal melaporkan pada bulan Februari bahwa Washington berencana meningkatkan jumlah ini menjadi antara 100 dan 200 orang.

Posisi Graham di Taiwan adalah garis keras, tetapi sejalan dengan meningkatnya jumlah dukungan di Partai Demokrat dan Republik.

Ketua DPR Kevin McCarthy bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di California pada Rabu.

Sementara itu, dalam kunjungan ke Taipei pada Jumat, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Michael McCaul mengatakan kepada Fox News bahwa Kongres akan mengesahkan tindakan militer terhadap China jika terjadi invasi ke Taiwan.

Pendahulu McCarthy, Nancy Pelosi, terbang ke Taipei musim panas lalu untuk bertemu dengan Presiden Tsai.

Menentang seruan dari Beijing, Presiden AS Joe Biden tidak melakukan intervensi untuk menghentikan perjalanan Pelosi.

Biden menyatakan dalam beberapa kesempatan bahwa dia akan menggunakan kekuatan militer untuk mencegah upaya China menginvasi pulau itu.

Dalam makalah kebijakan yang dirilis Agustus lalu, Beijing menyatakan akan mengupayakan reunifikasi damai dengan Taiwan tetapi tidak akan meninggalkan penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan ini jika perlu.

Beijing menanggapi kunjungan Tsai ke California dengan meluncurkan serangan simulasi di Taiwan pada Minggu.

Graham adalah pendukung lama intervensi militer dan perubahan rezim, dan tahun lalu menyerukan pembunuhan Presiden Rusia Vladimir Putin.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
AS Sebut Iran Akan Buka...
AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol
Rekomendasi
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Visa Ditolak AS, Wasit...
Visa Ditolak AS, Wasit Somalia Omar Artan Panen Duit FIFA
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Berita Terkini
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved