Eks Presiden Rusia: Ukraina Akan Menghilang

Sabtu, 08 April 2023 - 23:03 WIB
loading...
A A A
Medvedev mengatakan Amerika Serikat (AS) juga tidak membutuhkan Ukraina. Ia mengatakan bahwa sementara beberapa politisi AS menggunakan Ukraina untuk membuat publisitas tentang masalah tersebut, orang Amerika biasa tidak mengerti mengapa pemerintah mereka sibuk dengan Ukraina dan mengirim banyak uang ke Kiev alih-alih berurusan dengan masalahnya sendiri.

Medvedev bersikeras bahwa Afrika dan Amerika Latin juga tidak membutuhkan Ukraina, karena mereka memiliki masalah sendiri dan tidak mengerti mengapa Ukraina mendapatkan semua uang yang dapat digunakan untuk "penggantian" masa lalu kolonial.

Lebih lanjut Medvedev mengklaim bahwa Asia tidak membutuhkan Ukraina karena melihat dalam kasus Rusia bagaimana revolusi warna digunakan untuk menghilangkan negara pesaing dan memahami apa yang akan dihadapinya jika tidak patuh.

“Selain itu, negara-negara raksasa seperti India, China, dan negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik cukup bermasalah dengan pemulihan ekonomi setelah berakhirnya pandemi COVID-19,” ujarnya.

Baca Juga: Rusia Ancam Batalkan Kesepakatan Ekspor Biji-bijian Ukraina

Medvedev menekankan bahwa Moskow tidak membutuhkan bagian dari Rusia yang dinamai Ukraina pada tahun 1991, melainkan membutuhkan Rusia Besar yang Besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved