Beijing Desak AS Berhenti Lakukan Provokasi di Laut China Selatan

Jum'at, 31 Maret 2023 - 05:30 WIB
loading...
Beijing Desak AS Berhenti...
Beijing Desak AS Berhenti Lakukan Provokasi di Laut China Selatan. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) harus berhenti memprovokasi China di Laut China Selatan . Jika tidak, mereka akan memikul tanggung jawab atas potensi insiden. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Pertahanan China, Tan Kefei, Kamis (30/3/2023).

Komentar tersebut merupakan tanggapan Tan terhadap kapal Angkatan Laut AS yang diduga berlayar di dekat Kepulauan Paracel yang dikuasai China di Laut China Selatan.

Baca juga: AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan

"Kami dengan tegas menuntut agar Amerika Serikat segera menghentikan provokasi semacam itu. Jika tidak, AS akan memikul tanggung jawab penuh atas semua konsekuensi serius dari potensi insiden yang mereka sebabkan," kata Kementerian Pertahanan China mengutip pernyataannya di WeChat, seperti dikutip dari TASS.

"Tentara Pembebasan Rakyat China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional dan akan dengan tegas mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," Tan meyakinkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved