Revolusioner, Hakim India Minta Nasihat ChatGPT untuk Jatuhkan Putusan
Kamis, 30 Maret 2023 - 17:36 WIB
loading...
Hakim di India meminta nasihat ChatGPT untuk memberikan putusan penangguhan hukuman. Foto/Ilustrasi
A
A
A
NEW DELHI - Pengadilan di India tampaknya harus mendefinisikan ulang "Hari Penghakiman" setelah sebuah keputusan revolusioner terjadi di sebuah pengadilan tinggi negara itu.
Itu terjadi setelah seorang hakim yang bingung dalam memberikan putusan memutuskan untuk bertanya pada teknologi OpenAI apakah terdakwa pembunuhan dan penyerangan harus dibebaskan dengan jaminan.
Hakim di Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana dihadapkan untuk memberikan putusan selama persidangan Jaswinder Singh yang meminta penangguhan hukuman penjara. Bar and Bench melaporkan Singh ditangkap pada tahun 2020 karena diduga melakukan penyerangan dan membunuh seseorang.
Karena bingung bagaimana menangani situasi tersebut, hakim Anoop Chitkara memutuskan untuk mencari nasihat dari GPT-4, pembaruan terbaru ChatGPT yang “menunjukkan kinerja tingkat manusia pada berbagai tolok ukur profesional dan akademik,” menurut laporan setebal 94 halaman oleh OpenAI.
"Apa yurisprudensi dibebaskan dengan jaminan ketika penyerang menyerang dengan kejam?" tanya sang hakim.
Baca Juga: Aksi Pembunuhan Terbongkar Gara-gara Burung Beo, Pelaku Dihukum Seumur Hidup
Itu terjadi setelah seorang hakim yang bingung dalam memberikan putusan memutuskan untuk bertanya pada teknologi OpenAI apakah terdakwa pembunuhan dan penyerangan harus dibebaskan dengan jaminan.
Hakim di Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana dihadapkan untuk memberikan putusan selama persidangan Jaswinder Singh yang meminta penangguhan hukuman penjara. Bar and Bench melaporkan Singh ditangkap pada tahun 2020 karena diduga melakukan penyerangan dan membunuh seseorang.
Karena bingung bagaimana menangani situasi tersebut, hakim Anoop Chitkara memutuskan untuk mencari nasihat dari GPT-4, pembaruan terbaru ChatGPT yang “menunjukkan kinerja tingkat manusia pada berbagai tolok ukur profesional dan akademik,” menurut laporan setebal 94 halaman oleh OpenAI.
"Apa yurisprudensi dibebaskan dengan jaminan ketika penyerang menyerang dengan kejam?" tanya sang hakim.
Baca Juga: Aksi Pembunuhan Terbongkar Gara-gara Burung Beo, Pelaku Dihukum Seumur Hidup
Lihat Juga :