Standar Ganda Barat soal HAM: Galak pada Rusia tapi Bungkam pada Israel
Rabu, 29 Maret 2023 - 01:55 WIB
loading...
A
A
A
Callamard mengatakan karena reaksi terhadap Ukraina begitu beragam, mencakup banyak dimensi termasuk masalah pengungsi Ukraina, itu membuat keheningan, ketidakpedulian, dan pengabaian sangat mencolok jika dibandingkan dengan contoh pelanggaran HAM lainnya.
“Tanpa membuat perbandingan apa pun antara agresi Rusia dan Israel...jelas rakyat Palestina berada di bawah rezim penindasan. Rezim pendudukan dan rezim apartheid,” kata Callamard kepada Al Jazeera.
“Pada saat komunitas internasional melakukan banyak hal...untuk rakyat Ukraina, rakyat Palestina hidup melalui tahun paling mematikan dalam beberapa dekade,” kata Callamard.
Lebih dari 150 warga Palestina tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki Israel sepanjang tahun lalu, termasuk 36 anak-anak. Pada bulan Mei, jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh dibunuh oleh seorang tentara Israel saat meliput penggerebekan di Jenin, yang menyebabkan kecaman di seluruh dunia.
Laporan Amnesty juga mengutuk pendekatan dan sikap Eropa terhadap pengungsi Ukraina dibandingkan dengan pengungsi dari negara lain.
“Penerimaan yang murah hati dari sebagian besar orang dari Ukraina sangat kontras dengan penolakan dan pelecehan yang sering dilakukan dengan kekerasan terhadap pengungsi dan migran di perbatasan luar Eropa,” kata Amnesty dalam laporan tersebut.
“Standar ganda ini mengungkapkan rasisme yang melekat dalam kebijakan dan praktik perbatasan eksternal Uni Eropa,” lanjut laporan Amnesty.
Di Amerika Serikat, laporan tersebut mencatat bahwa 25.000 warga Haiti diusir antara September 2021 hingga Mei 2022 tanpa proses hukum, sebuah langkah yang bertentangan dengan hukum internasional.
Pendudukan Palestina oleh Israel
Callamard mengatakan bahwa sementara laporan itu memiliki banyak contoh standar ganda mengenai HAM, pendudukan Palestina adalah yang sangat penting.“Tanpa membuat perbandingan apa pun antara agresi Rusia dan Israel...jelas rakyat Palestina berada di bawah rezim penindasan. Rezim pendudukan dan rezim apartheid,” kata Callamard kepada Al Jazeera.
“Pada saat komunitas internasional melakukan banyak hal...untuk rakyat Ukraina, rakyat Palestina hidup melalui tahun paling mematikan dalam beberapa dekade,” kata Callamard.
Lebih dari 150 warga Palestina tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki Israel sepanjang tahun lalu, termasuk 36 anak-anak. Pada bulan Mei, jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh dibunuh oleh seorang tentara Israel saat meliput penggerebekan di Jenin, yang menyebabkan kecaman di seluruh dunia.
Laporan Amnesty juga mengutuk pendekatan dan sikap Eropa terhadap pengungsi Ukraina dibandingkan dengan pengungsi dari negara lain.
“Penerimaan yang murah hati dari sebagian besar orang dari Ukraina sangat kontras dengan penolakan dan pelecehan yang sering dilakukan dengan kekerasan terhadap pengungsi dan migran di perbatasan luar Eropa,” kata Amnesty dalam laporan tersebut.
“Standar ganda ini mengungkapkan rasisme yang melekat dalam kebijakan dan praktik perbatasan eksternal Uni Eropa,” lanjut laporan Amnesty.
Di Amerika Serikat, laporan tersebut mencatat bahwa 25.000 warga Haiti diusir antara September 2021 hingga Mei 2022 tanpa proses hukum, sebuah langkah yang bertentangan dengan hukum internasional.
Lihat Juga :