Mendominasi Perang Udara, Ukraina Akui Kedigdayaan Jet Tempur Terbaru Rusia

Selasa, 28 Maret 2023 - 21:51 WIB
loading...
Mendominasi Perang Udara,...
Mendominasi perang di udara, Ukraina akui kedigdayaan jet tempur terbaru Rusia, Su-35. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Jet tempur generasi baru meningkatkan dominasi Rusia dalam pertempuran udara di zona konflik Ukraina timur. Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior Ukraina.

Ini adalah perubahan yang berpotensi mengkhawatirkan bagi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya karena ketidakmampuan Rusia untuk mencapai superioritas udara total selama perang telah menjadi kunci keberhasilan Ukraina di medan perang.

Sebelumnya dalam pengarahan minggu lalu dengan wartawan, seorang pejabat Barat meremehkan kekhawatiran tersebut, menyatakan bahwa kemampuan Rusia untuk mengendalikan langit telah dibatasi oleh pertahanan udara dan rudal darat-ke-udara.

"Kami tidak melihat perubahan besar dalam situasi itu," kata pejabat itu.

Namun pejabat senior di Kiev, yang berbicara secara eksklusif kepada ABC News, mengatakan Rusia telah mengganti model pesawat lamanya dengan Su-35 yang lebih modern.

"Su-35 dilengkapi dengan radar yang sangat efektif dan roket jarak jauh," terang pejabat itu, dan Rusia menggunakan pesawat ini untuk menyerang jet Ukraina di udara serta untuk operasi dukungan darat.

Ukraina, kata pejabat itu, tidak memiliki kemampuan untuk melawan ancaman ini.

Baca Juga: Tentara Ukraina Selesaikan Pelatihan Penggunaan Peluru Depleted Uranium

“Superioritas udara (Rusia) adalah risiko nyata,” kata pejabat itu, menambahkan bahwa lebih banyak sistem pertahanan udara dari AS dan sekutunya saat ini menjadi prioritas nomor 1 untuk Ukraina, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (28/3/2023).

Dua pejabat Ukraina lainnya mengkonfirmasi bahwa dominasi Rusia atas langit di atas zona pertempuran adalah masalah utama, dengan satu pejabat mengklaim Rusia memiliki pesawat 12 kali lebih banyak daripada Ukraina.

"Ini adalah masalah," kata seorang pejabat. “Apa yang terus kami katakan kepada Amerika adalah bahwa pada akhirnya, tidak ada solusi lain selain memberi kami jet tempur (Barat),” sambungnya.

Pejabat senior Ukraina yang berbicara dengan ABC News menyarankan sekarang ada lebih banyak penerimaan di Kiev bahwa bantuan militer AS harus difokuskan pada prioritas lain seperti sistem pertahanan udara dan penyediaan amunisi artileri.

Pejabat itu mengakui bahwa pasokan jet tempur modern, serta misil yang menyertainya, akan membutuhkan "uang dalam jumlah besar" dan itu hanya dapat datang dari AS dengan mengorbankan jenis bantuan militer lainnya.

Pemerintahan Biden sejauh ini menolak seruan untuk memasok Ukraina dengan jet tempur F-16.

Saat ditanya apakah dia terbuka untuk gagasan itu pada bulan Januari lalu, Biden mengatakan "tidak."

Diskusi sedang berlangsung antara Ukraina dan negara-negara NATO tentang pasokan pesawat tempur modern.

Baca Juga: Panglima Tertinggi Ukraina Klaim Situasi di Bakhmut Stabil

Dua pilot Ukraina telah ambil bagian dalam penilaian simulator penerbangan di Arizona untuk memastikan berapa banyak pelatihan yang mereka perlukan jika mereka beradaptasi dengan jet tempur Barat.

Pensiunan Kolonel Steve Ganyard, yang juga merupakan kontributor ABC News, mengatakan dia percaya superioritas udara Rusia sebagian besar akan turun hanya hitungan angka.

"Terkadang kuantitas bisa lebih baik daripada kualitas," kata Ganyard.

"Menjadi kekurangan pesawat dan sistem anti-pesawat membuat Ukraina semakin tidak menguntungkan," imbuhnya.

Pekan lalu Slovakia mengatakan telah menyerahkan empat Jet tempur MiG-29 era Soviet dari 11 jet yang telah dijanjikan ke Ukraina.

Polandia juga berjanji akan memasok sejumlah jet tempur Mig ke Ukraina.

Dalam perjalanan ke London bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membuat permohonan publik untuk jet tempur Barat.

Baca Juga: Bukan F-16, Ukraina Dapat 4 Jet Tempur MiG-29 era Soviet dari Slovakia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China V+Short Gentle Torment of Love, Simak Dulu Sinopsisnya!
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
Berita Terkini
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved