Menlu Rusia: Tak Ada yang Aman dari Serangan Gaya Mafia AS

Sabtu, 25 Maret 2023 - 08:29 WIB
loading...
A A A
Dalam tulisan opininya, Lavrov menyalahkan negara-negara Barat atas apa yang terjadi di Ukraina.

"Jelas bahwa situasi di dalam dan sekitar Ukraina hanyalah sebuah elemen dari tabrakan skala besar yang diciptakan oleh sekelompok kecil negara Barat yang ingin mempertahankan dominasi global mereka dan membalikkan proses objektif kebangkitan arsitektur multipolar," tulis Lavrov.

"Bertindak dalam tradisi kolonial terburuk, Amerika dan kaki tangan mereka mencoba untuk membagi dunia menjadi 'demokrasi' dan 'rezim otoriter' atau, dalam bahasa Inggris biasa, menjadi beberapa orang terpilih yang luar biasa, dan semua orang yang harus melayani kepentingan dari 'miliaran emas'," paparnya.

Pakar Rusia Dmitry Gorenburg dari Center for Naval Analyses mengatakan kepada Newsweek, Sabtu (25/3/2023) bahwa dia tidak terlalu mempercayai pernyataan seperti itu oleh Lavrov, yang mengakui bahwa dia telah membahas hubungan internasional dalam beberapa kesempatan.

“Tidak diragukan lagi ada tekanan dari AS pada berbagai negara untuk mematuhi sanksi, dan tentu saja pejabat Rusia telah berbicara selama lebih dari satu dekade tentang AS yang memiliki strategi perubahan rezim,” kata Gorenburg.

“Ini bukan gertakan [tetapi] lebih merupakan ekspresi dari ancaman yang mereka anggap datang dari AS terhadap rezim mereka sendiri, serta orang lain yang tidak berada di 'belas kasih' AS," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved