Polisi Jerman Ciduk Pria Berjuluk 'Black Forest Rambo'
Sabtu, 18 Juli 2020 - 20:02 WIB
loading...
Polisi Jerman berhasil menangkap pria berjuluk Black Forest Rambo setelah melakukan perburuan selama lima hari. Foto/CNN
A
A
A
BERLIN - Seorang pria yang dijuluki "Black Forest Rambo" ditangkap di wilayah Black Forest barat daya Jerman setelah lima hari dalam pelarian. Demikian pernyataan yang dikeluarkan polisi Baten-Wurttemberg.
Tersangka telah diidentifikasi sebagai Yves Rausch yang berusia 31 tahun. Ia dijuluki 'Black Forest Rambo' oleh outlet media lokal dan media sosial setelah menghilang ke hutan pasca terlibat perselisihan dengan polisi.
Cerita bermula saat pihak kepolisian mendapatkan laporan tentang seorang pria "berpakaian kamuflase" yang membawa busur dan anak panah pada hari Minggu lalu. (Baca: Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri )
Awalnya Rausch bekerja sama dengan para polisi, sebelum mengancam mereka dengan pistol dan berhasil melucuti senjata mereka sebelum kemudian menghilang ke hutan.
"Pasukan besar yang terdiri dari ratusan layanan darurat dan helikopter dikerahkan di sekitar kota Oppenau untuk upaya pencarian," kata pihak berwenang seperti dikutip dari CNN, Sabtu (18/7/2020).
Tersangka telah diidentifikasi sebagai Yves Rausch yang berusia 31 tahun. Ia dijuluki 'Black Forest Rambo' oleh outlet media lokal dan media sosial setelah menghilang ke hutan pasca terlibat perselisihan dengan polisi.
Cerita bermula saat pihak kepolisian mendapatkan laporan tentang seorang pria "berpakaian kamuflase" yang membawa busur dan anak panah pada hari Minggu lalu. (Baca: Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri )
Awalnya Rausch bekerja sama dengan para polisi, sebelum mengancam mereka dengan pistol dan berhasil melucuti senjata mereka sebelum kemudian menghilang ke hutan.
"Pasukan besar yang terdiri dari ratusan layanan darurat dan helikopter dikerahkan di sekitar kota Oppenau untuk upaya pencarian," kata pihak berwenang seperti dikutip dari CNN, Sabtu (18/7/2020).
Lihat Juga :