AS akan Bangun Pangkalan Militer Baru di Dekat Laut China Selatan
Kamis, 23 Maret 2023 - 16:57 WIB
loading...
A
A
A
Ditanya tentang rencana pangkalan baru selama jumpa pers hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin berpendapat kerja sama militer antar negara harus “kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional dan tidak ditargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga mana pun.”
“Pihak AS, karena kepentingan egoisnya, tetap terjebak dalam mentalitas zero-sum dan terus meningkatkan pengerahan militer di Asia-Pasifik,” ujar dia.
Dia menambahkan, “Negara-negara kawasan harus tetap waspada dan menghindari paksaan atau digunakan oleh AS."
Presiden Marcos kemudian memperingatkan tentang lingkungan keamanan yang “kompleks” dan “tidak dapat diprediksi” di kawasan itu, dengan mengatakan dia menyadari “ancaman yang muncul” yang akan membutuhkan “penyesuaian dalam strategi kami” tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Di bawah EDCA 2014, AS awalnya diizinkan membangun lima pangkalan militer di sekitar Filipina, tetapi pakta tersebut baru-baru ini diperluas ke empat lokasi "strategis" tambahan.
Washington sejauh ini telah menghabiskan USD82 juta untuk lima fasilitas asli, dan terus bekerja di sejumlah pangkalan yang pada akhirnya akan menjadi tuan rumah pengerahan pasukan bergilir.
“Pihak AS, karena kepentingan egoisnya, tetap terjebak dalam mentalitas zero-sum dan terus meningkatkan pengerahan militer di Asia-Pasifik,” ujar dia.
Dia menambahkan, “Negara-negara kawasan harus tetap waspada dan menghindari paksaan atau digunakan oleh AS."
Presiden Marcos kemudian memperingatkan tentang lingkungan keamanan yang “kompleks” dan “tidak dapat diprediksi” di kawasan itu, dengan mengatakan dia menyadari “ancaman yang muncul” yang akan membutuhkan “penyesuaian dalam strategi kami” tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Di bawah EDCA 2014, AS awalnya diizinkan membangun lima pangkalan militer di sekitar Filipina, tetapi pakta tersebut baru-baru ini diperluas ke empat lokasi "strategis" tambahan.
Washington sejauh ini telah menghabiskan USD82 juta untuk lima fasilitas asli, dan terus bekerja di sejumlah pangkalan yang pada akhirnya akan menjadi tuan rumah pengerahan pasukan bergilir.
(sya)
Lihat Juga :