Keluarkan 6.300 Sertifikat Covid-19 Palsu, Pemilik RS Bangladesh Ditangkap
Sabtu, 18 Juli 2020 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Rumah sakit milik Shahed mengklaim telah melakukan 10.500 tes covid-19. Hanya 4.200 sertifikat di antaranya yang asli dan 6.300 sertifikat lainnya diberikan tanpa dilakukan tes.
Dia juga diduga menuntut orang untuk tes dan perawatan virus corona, meskipun setuju dengan pemerintah untuk menyediakan layanan ini secara gratis di rumah sakitnya.
Media lokal mengatakan bahwa tes palsu menjadi ancaman, di mana Shahed menjadi salah satu dari lebih dari selusin yang ditangkap karena penipuan tersebut. Seorang dokter dan suaminya juga ditangkap baru-baru ini karena mengeluarkan sertifikat palsu di laboratorium Dhaka.
Laporan-laporan media mengatakan, kasus-kasus tes palsu baru-baru ini diperkirakan akan memengaruhi pekerja migran Bangladesh, yang pendapatannya dari luar negeri menghasilkan sekitar USD19 miliar setahun. Baru-baru ini, Italia menangguhkan perjalanan udara dari Bangladesh setelah beberapa pekerja Bangladesh dilaporkan menggunakan sertifikat Covid-19 palsu. (Baca juga: Media Australia Sebut Indonesia Akan Jadi Hotspot Covid-19 Dunia )
Bangladesh telah mulai membuka kembali perekonomian pada Mei setelah dikunci, meskipun jumlah kasus infeksi terus meningkat. Negara Asia Selatan ini telah melaporkan 196.323 kasus infeksi dan 2.496 kematian. Pakar kesehatan percaya jumlah kasus yang sebenarnya jauh lebih tinggi.
Dia juga diduga menuntut orang untuk tes dan perawatan virus corona, meskipun setuju dengan pemerintah untuk menyediakan layanan ini secara gratis di rumah sakitnya.
Media lokal mengatakan bahwa tes palsu menjadi ancaman, di mana Shahed menjadi salah satu dari lebih dari selusin yang ditangkap karena penipuan tersebut. Seorang dokter dan suaminya juga ditangkap baru-baru ini karena mengeluarkan sertifikat palsu di laboratorium Dhaka.
Laporan-laporan media mengatakan, kasus-kasus tes palsu baru-baru ini diperkirakan akan memengaruhi pekerja migran Bangladesh, yang pendapatannya dari luar negeri menghasilkan sekitar USD19 miliar setahun. Baru-baru ini, Italia menangguhkan perjalanan udara dari Bangladesh setelah beberapa pekerja Bangladesh dilaporkan menggunakan sertifikat Covid-19 palsu. (Baca juga: Media Australia Sebut Indonesia Akan Jadi Hotspot Covid-19 Dunia )
Bangladesh telah mulai membuka kembali perekonomian pada Mei setelah dikunci, meskipun jumlah kasus infeksi terus meningkat. Negara Asia Selatan ini telah melaporkan 196.323 kasus infeksi dan 2.496 kematian. Pakar kesehatan percaya jumlah kasus yang sebenarnya jauh lebih tinggi.
(min)
Lihat Juga :