AS Percepat Pengiriman Tank Abrams ke Zona Perang Ukraina

Selasa, 21 Maret 2023 - 23:23 WIB
loading...
A A A
“Bagian dari itu adalah mencari tahu – di antara opsi yang berbeda – apa yang terbaik yang memungkinkan kami mendapatkan tank Ukraina secepat mungkin, tanpa mengganggu penjualan militer asing," kata Wormuth saat itu.

Pejabat di pabrik, yang dimiliki oleh Angkatan Darat AS dan dioperasikan oleh General Dynamics yang berbasis di Reston, Virginia, mengatakan total produksi dapat bervariasi, berdasarkan permintaan kontrak. Dan sementara mereka saat ini sedang membangun 15-20 kendaraan lapis baja per bulan, termasuk tank, mereka dapat dengan mudah meningkatkannya menjadi 33 per bulan dan dapat menambah shift pekerja lagi dan membangun lebih banyak lagi jika diperlukan.

Pengembangan tank untuk Ukraina harus terjepit di antara kontrak saat ini untuk penjualan luar negeri, yang mencakup 250 versi terbaru untuk Polandia dan sekitar 75 untuk Australia. Selama tur fasilitas Wormuth, para pekerja sedang mempersiapkan untuk membangun versi terbaru dari kendaraan baja itu untuk Polandia.

Para pemimpin Ukraina terus mendesak AS untuk mengirimkan tank Abrams, yang pertama kali dikerahkan untuk berperang pada tahun 1991 dan memiliki lapis baja yang tebal, meriam utama 120 mm, kemampuan menembus lapis baja, dan sistem penargetan canggih.

Kendaraan ini berjalan di atas roda tebal dan memiliki mesin turbin 1.500 tenaga kuda dengan kecepatan tertinggi sekitar 68 kilometer per jam.

Baca Juga: Pertahanan Udara Rusia Tembak Jatuh 5 Roket HIMARS Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Viral KBRI Tokyo Umumkan...
Viral KBRI Tokyo Umumkan Resepsi Pernikahan Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved