100 Tentara Elite Israel Tolak Bertugas, Gabung Demo Goyang Netanyahu
Minggu, 19 Maret 2023 - 20:50 WIB
loading...
100 Tentara Elite Israel Tolak Bertugas, Gabung Demo Goyang Netanyahu. FOTO/Reuters
A
A
A
TEL AVIV - Sekitar 100 personel dari unit rahasia Angkatan Udara Israel mengancam akan menghentikan dinas militer jika pemerintah melanjutkan undang-undang yang membatasi kekuasaan kehakiman. Mereka juga mengancam akan ikut dalam demo menentang PM Benjamin Netanyahu .
Pernyataan ini muncul dalam surat yang ditandatangani oleh petugas dan dikirim ke media massa. Surat kabar Israel Haaretz melaporkan pada Jumat (17/3/2023), bahwa daftar perwira termasuk dua mantan komandan Angkatan Udara Israel.
Baca juga: Mantan PM Israel Ehud Olmert Desak Para Pemimpin Dunia Boikot Netanyahu
"Hati nurani kami mungkin menentukan bahwa kami tidak dapat lagi menjadi bagian dari dinas cadangan," tulis para perwira itu.
"Kami merasa takut bahwa mengambil bagian dalam dinas militer sehubungan dengan perubahan Konstitusi yang merusak demokrasi Israel dapat menjadi pelanggaran terhadap sumpah kami, hati nurani kami dan misi kami," lanjut pernyataan tersebut.
Menurut Haaretz, ratusan perwira dan komandan dari unit yang berbeda mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka akan menghentikan dinas militer mereka sebagai tentara cadangan mulai hari Minggu sebagai protes terhadap perombakan yudisial.
"Kami tidak punya kontrak dengan diktator," kata mereka dalam surat yang dikirim ke media. "Kami dengan senang hati akan kembali ke pekerjaan sukarela kami segera setelah demokrasi dijamin," lanjut pernyataan itu.
Pernyataan ini muncul dalam surat yang ditandatangani oleh petugas dan dikirim ke media massa. Surat kabar Israel Haaretz melaporkan pada Jumat (17/3/2023), bahwa daftar perwira termasuk dua mantan komandan Angkatan Udara Israel.
Baca juga: Mantan PM Israel Ehud Olmert Desak Para Pemimpin Dunia Boikot Netanyahu
"Hati nurani kami mungkin menentukan bahwa kami tidak dapat lagi menjadi bagian dari dinas cadangan," tulis para perwira itu.
"Kami merasa takut bahwa mengambil bagian dalam dinas militer sehubungan dengan perubahan Konstitusi yang merusak demokrasi Israel dapat menjadi pelanggaran terhadap sumpah kami, hati nurani kami dan misi kami," lanjut pernyataan tersebut.
Menurut Haaretz, ratusan perwira dan komandan dari unit yang berbeda mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka akan menghentikan dinas militer mereka sebagai tentara cadangan mulai hari Minggu sebagai protes terhadap perombakan yudisial.
"Kami tidak punya kontrak dengan diktator," kata mereka dalam surat yang dikirim ke media. "Kami dengan senang hati akan kembali ke pekerjaan sukarela kami segera setelah demokrasi dijamin," lanjut pernyataan itu.
Lihat Juga :