alexametrics

Polisi Israel Tembak Mati Pemuda Palestina di Tepi Barat

loading...
Polisi Israel Tembak Mati Pemuda Palestina di Tepi Barat
Insiden ini terjadi ketika timbul bentrokan terbaru antara warga Palestina dengan tentara Israel. Warga Palestina memprotes pembatasan akses ke masjid al-Aqsa. (Reuters)
A+ A-
TEPI BARAT - Tentara Israel dilaporkan telah menembak mati seorang pemuda Palestina di Tepi Barat. Insiden ini terjadi ketika timbul bentrokan terbaru antara warga Palestina dengan tentara Israel. Warga Palestina memprotes pembatasan akses ke masjid al-Aqsa.

Melansir Al Jazeera pada Senin (5/10/2015), menurut kelompok Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), pemuda tersebut diketahui bernama Huthaifa Suleiman (18). Menurut PRCS, Suleiman ditembak mati ketika dirinya kedapatan melemparkan bom molotov ke arah tentara Israel.

PRCS menuturkan, dalam bentrokan tersebut setidaknya 400 orang Palestina menderita luka-luka. Dimana, 150 diantara menderita luka-luka akibat tembakan yang dilepaskan oleh tentara Israel. Sementara itu, lebih dari 200 orang dirawat karena terkena efek gas air mata.



Banyaknya korban cedera, menurut kelompok tersebut, karena tentara Israel menggunakan peluru tajam dalam menghalau warga Palestina. "Pasukan Israel menggunakan peluru tajam dan peluru baja berlapis karet untuk menghadapi pengunjuk rasa Palestina dalam bentrokan tersebut," ucapnya.

Ketegangan antara Israel dan Palestina sendiri memang terus meningkat setiap harinya. Ini terlihat dari semakin banyaknya kekerasan, baik yang menargetkan warga Palestina atau Israel, dimana puncaknya seorang warga Palestina membunuh dua warga Israel.

Buntut dari pembunuhan ini, pemerintah Israel langsung mengeluarkan pembatasan bagi warga Palestina untuk memasuki kota tua Yarusalem, dimana didalamnya terdapat komplek al-Aqsa. Pembatasan inilah yang menjadi penyebab bentrokan terbaru antara warga Palestina dan tentara Israel.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak