Aduh Kasihan, Pasukan Ukraina Gunakan Senjata Abad ke-19 untuk Bela Bakhmut
Minggu, 19 Maret 2023 - 00:54 WIB
loading...
A
A
A
Duduk di atas roda besi dan beratnya sekitar 30 kilogram sebelum menambahkan air atau sabuk amunisi, dibutuhkan awak empat orang untuk beroperasi.
Maxim banyak digunakan oleh pasukan kolonial Inggris di Afrika dan oleh pasukan Kekaisaran Rusia dalam Perang Rusia-Jepang tahun 1904-1905.
Senjata itu sudah dianggap usang oleh Perang Dunia Pertama, dengan pasukan Inggris menggunakan senapan mesin ringan Vickers sebagai gantinya.
Duduk di gudang senjata Ukraina sejak negara itu menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia, Maxim telah digunakan di garis depan di Donbass sejak tahun lalu.
Sementara pasukan Ukraina mengatakan kepada Telegraph bahwa Maxim adalah "senjata yang cukup efektif di tangan yang cakap", beberapa prajurit Kiev mengeluh mereka belum menerima perlengkapan yang lebih baru.
“Rusia memiliki artileri, kendaraan lapis baja, dan pasukan mereka lima sampai enam kali lebih besar dari kita,” ujar seorang sersan di dekat Severodonetsk kepada Radio France Internationale Juli lalu.
Dia menjelaskan, “Kami hanya memiliki senapan mesin dan RPG dari tahun 1986. Senapan mesin Degtyarov dari tahun 1943. Dan senapan mesin Maxim dari tahun 1933.”
Maxim banyak digunakan oleh pasukan kolonial Inggris di Afrika dan oleh pasukan Kekaisaran Rusia dalam Perang Rusia-Jepang tahun 1904-1905.
Senjata itu sudah dianggap usang oleh Perang Dunia Pertama, dengan pasukan Inggris menggunakan senapan mesin ringan Vickers sebagai gantinya.
Duduk di gudang senjata Ukraina sejak negara itu menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia, Maxim telah digunakan di garis depan di Donbass sejak tahun lalu.
Sementara pasukan Ukraina mengatakan kepada Telegraph bahwa Maxim adalah "senjata yang cukup efektif di tangan yang cakap", beberapa prajurit Kiev mengeluh mereka belum menerima perlengkapan yang lebih baru.
“Rusia memiliki artileri, kendaraan lapis baja, dan pasukan mereka lima sampai enam kali lebih besar dari kita,” ujar seorang sersan di dekat Severodonetsk kepada Radio France Internationale Juli lalu.
Dia menjelaskan, “Kami hanya memiliki senapan mesin dan RPG dari tahun 1986. Senapan mesin Degtyarov dari tahun 1943. Dan senapan mesin Maxim dari tahun 1933.”
Lihat Juga :