Duta Besar: Drone AS Tak Punya Urusan Berada di Dekat Rusia

Rabu, 15 Maret 2023 - 09:09 WIB
loading...
Duta Besar: Drone AS...
Drone MQ-9 Reaper Angkatan Udara AS berada di Pangkalan Udara Amari, Estonia, 1 Juli 2020. Foto/REUTERS/Janis Laizans
A A A
WASHINGTON - Rusia menganggap insiden Selasa (14/3/2023) saat drone Amerika Serikat (AS) jatuh di Laut Hitam sebagai provokasi.

Duta Besar (Dubes) Rusia Anatoly Antonov menegaskan hal itu setelah dipanggil ke Departemen Luar Negeri (Deplu) AS di Washington.

Antonov bertemu Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Eropa dan Eurasia Karen Donfried, yang memprotes “pencegatan yang tidak aman dan tidak profesional” terhadap drone (UAV) yang mengakibatkan hilangnya pesawat tersebut.

"Kami menganggap kejadian ini sebagai provokasi," ujar Antonov kepada wartawan usai pertemuan.

Baca juga: Kapal Selam Kelas Yasen Milik Rusia Bisa Kalahkan Kelas Virginia yang Dibeli Australia

Dia mengatakan dia memberi tahu Donfried bahwa drone, pesawat, dan kapal AS tidak ada urusannya berada sedekat itu dengan perbatasan Rusia.

“Bisakah Anda membayangkan seperti apa reaksi media AS atau Pentagon, jika drone seperti itu muncul di dekat New York atau San Francisco?” tanya dia.

Antonov menggambarkan pembicaraan dengan Donfried sebagai "konstruktif" dan mengatakan kedua belah pihak berbagi keprihatinan mereka.

“AS dan Rusia harus sangat berhati-hati dalam bertindak, mengingat situasi saat ini di Eropa Timur,” papar dia.

Baca juga: Jenderal Top Jelaskan Bagaimana AS Bantu Angkatan Udara Ukraina

Dia juga mengatakan kepada Donfried bahwa Moskow mencari “hubungan pragmatis” dan tidak bertentangan dengan AS.

Menurut militer AS, dua pencegat Su-27 Rusia terbang sangat dekat dengan drone MQ-9 Reaper pada Selasa pagi, menumpahkan bahan bakar ke drone dan pada satu titik merusak baling-balingnya, menyebabkan UAV jatuh.

Drone itu, menurut militer AS, sedang dalam misi pengawasan damai di perairan internasional.

Sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan UAV mati setelah melakukan manuver drastis, dan pesawat pencegat tidak melakukan kontak dengan UAV.

Antonov telah menunjukkan pesawat tak berawak itu adalah jenis yang dapat membawa banyak rudal dan bom. MQ-9 dikembangkan sebagai varian “pemburu-pembunuh” dari Predator MQ-1.

AS telah menerbangkan pesawat tak berawak dan pesawat pengintai di dekat perbatasan Rusia selama lebih dari setahun.

Drone-drone AS itu memberikan informasi intelijen dan penargetan kepada pemerintah Ukraina. AS terus memasok senjata, amunisi, dan uang untuk Kiev, sambil bersikeras bahwa Washington bukan pihak dalam konflik.

Lokasi pasti insiden itu tidak diungkapkan kedua pemerintah. Media Rusia melaporkan lokasi terakhir Reaper adalah sekitar 60 kilometer barat daya pelabuhan Crimea di Sevastopol.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved