Putin Blakblakan Sebut Barat Musuh, Ungkap Alasan Perang di Ukraina

Rabu, 15 Maret 2023 - 04:38 WIB
loading...
Putin Blakblakan Sebut...
Presiden Vladimir Putin secara terbuka mengatakan Barat sebagai musuh. Dia tegaskan yang dilakukan pasukan Moskow di Ukraina untuk mempertahankan eksistensi negara Rusia. Foto/via NDTV
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengatakan Barat bukan lagi mitra, melainkan musuh. Dia juga menyampaikan alasan utama mengapa militer Moskow perlu bertempur di Ukraina .

Dalam pidato di depan para pekerja di sebuah pabrik penerbangan di Buryatia pada hari Selasa, pemimpin Kremlin itu mengatakan apa yang dipertaruhkan di Ukraina adalah keberadaan Rusia sebagai sebuah negara.

Dia memperluas argumennya yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa Barat bertekad untuk memecah Rusia.

Baca Juga: Menegangkan, Jet Tempur Rusia Tabrak dan Jatuhkan Drone MQ-9 Reaper AS

"Jadi bagi kami ini bukan tugas geopolitik, tapi tugas untuk mempertahankan kenegaraan Rusia, menciptakan kondisi untuk perkembangan negara dan anak-anak kami di masa depan," kata Putin.

Dia menuduh Barat menggunakan Ukraina sebagai alat untuk mengobarkan perang melawan Rusia.

“Untuk apa yang disebut ‘mitra’ Barat kami—untuk, sebenarnya, musuh kami, kami dapat mengatakannya secara terbuka hari ini—masalahnya adalah tentang meningkatkan sikap geopolitik mereka,” paparnya, menambahkan bahwa situasinya sangat berbeda untuk Moskow.

"Destabilisasi dan penghancuran Rusia telah lama menjadi salah satu tujuan utama musuh negara ini," imbuh dia, mendesak semua orang Rusia untuk menunjukkan persatuan di tengah kesulitan yang sedang berlangsung.

“Untuk mendekatkan perdamaian dan stabilitas, kita tentu perlu menunjukkan konsolidasi masyarakat kita, ketenangan. Ketika musuh melihat bahwa masyarakat kita kuat, sehat secara internal, terkonsolidasi, maka, tanpa keraguan, apa yang kita perjuangkan akan terjadi: kesuksesan dan kemenangan,” paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (15/3/2023).

Lebih lanjut, Putin menegaskan bahwa melindungi orang Rusia yang tinggal di Ukraina dari penganiayaan oleh rezim Kiev tetap menjadi tujuan utama Moskow.

Baca Juga: Putin Bukan Superhero, Begini Nasibnya Jika Kalah Perang di Ukraina

Menurutnya, menyusul runtuhnya Uni Soviet, Moskow mencoba membangun hubungan yang solid dan saling menguntungkan dengan Kiev, tetapi upaya itu akhirnya gagal.

“Rusia telah dengan sabar berusaha selama beberapa dekade untuk memperbaiki hubungan dengan negara Ukraina modern, tetapi situasinya berubah pada tahun 2014, ketika kudeta yang didorong oleh Barat terjadi,” katanya.

"Bahkan setelah itu, Moskow menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencoba menyelesaikan konflik sipil di Donbas Ukraina secara damai."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved