Tentara SAS Inggris Menyamar Dealer Senjata, Jelajah Dunia Cari Artileri untuk Ukraina
Kamis, 09 Maret 2023 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Tim telah melakukan perjalanan ke Angola, Mesir, Yordania, Kazakhstan, dan Vietnam. Tetapi sumber pekan ini mengklaim kesepakatan telah dicapai pada persediaan di negara Eropa yang tidak disebutkan namanya.
Pabrik senjata di Bulgaria dan Rumania masih memproduksi senjata dan amunisi era Soviet tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini memohon pendukung Baratnya untuk menambahkan lebih banyak artileri, di atas permintaannya untuk jet tempur.
“Artileri adalah hal nomor satu yang kita butuhkan. Baik sistem maupun amunisi, peluru dalam jumlah besar,” ujar dia.
Jenderal Angkatan Darat AS Christopher Cavoli, komandan sekutu tertinggi NATO di Eropa, mengatakan tentara Ukraina menembakkan sekitar 100.000 peluru per bulan dibandingkan dengan 600.000 artileri dari pihak Rusia, saat pasukan Moskow mengepung kota utama Artemovsk (Bakhmut).
Misi terkenal itu mengikuti upaya yang gagal pada musim panas 2022 untuk membeli puluhan ribu butir amunisi 122 mm dari Pakistan, yang tetap netral dalam konflik antara Ukraina dengan sekutu NATO-nya dan Rusia.
Laporan itu mengklaim 40.000 peluru diterbangkan oleh pesawat angkut RAF dari Pangkalan Udara Nur Khan Pakistan ke Bandara Internasional Cluj Rumania untuk dikirim ke dealer senjata lokal yang bertindak sebagai perantara.
Namun, tidak satu pun dari pengiriman itu yang berhasil mencapai Ukraina. Desas-desus yang belum dikonfirmasi tentang masalah kontrol kualitas digantikan oleh penyangkalan Islamabad bulan lalu yang mengizinkan pengiriman amunisi ke zona konflik.
Pabrik senjata di Bulgaria dan Rumania masih memproduksi senjata dan amunisi era Soviet tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini memohon pendukung Baratnya untuk menambahkan lebih banyak artileri, di atas permintaannya untuk jet tempur.
“Artileri adalah hal nomor satu yang kita butuhkan. Baik sistem maupun amunisi, peluru dalam jumlah besar,” ujar dia.
Jenderal Angkatan Darat AS Christopher Cavoli, komandan sekutu tertinggi NATO di Eropa, mengatakan tentara Ukraina menembakkan sekitar 100.000 peluru per bulan dibandingkan dengan 600.000 artileri dari pihak Rusia, saat pasukan Moskow mengepung kota utama Artemovsk (Bakhmut).
Misi terkenal itu mengikuti upaya yang gagal pada musim panas 2022 untuk membeli puluhan ribu butir amunisi 122 mm dari Pakistan, yang tetap netral dalam konflik antara Ukraina dengan sekutu NATO-nya dan Rusia.
Laporan itu mengklaim 40.000 peluru diterbangkan oleh pesawat angkut RAF dari Pangkalan Udara Nur Khan Pakistan ke Bandara Internasional Cluj Rumania untuk dikirim ke dealer senjata lokal yang bertindak sebagai perantara.
Namun, tidak satu pun dari pengiriman itu yang berhasil mencapai Ukraina. Desas-desus yang belum dikonfirmasi tentang masalah kontrol kualitas digantikan oleh penyangkalan Islamabad bulan lalu yang mengizinkan pengiriman amunisi ke zona konflik.
Lihat Juga :