Tolak RUU Agen Asing Gaya Rusia, Demonstran Kepung Parlemen Georgia
Kamis, 09 Maret 2023 - 03:17 WIB
loading...
A
A
A
Giorgi Vashadze, yang partainya memiliki tiga kursi di parlemen yang beranggotakan 150 orang, meminta para pengunjuk rasa untuk secara damai dan tanpa kekerasan mengelilingi parlemen.
Amerika Serikat (AS) memberikan suara dukungan kepada para demonstran, dengan kedutaan di Tbilisi mencela pengesahan undang-undang tersebut sebagai "hari gelap bagi demokrasi" di Georgia. Sedangkan Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington mungkin akan menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah Georgia atas tindakan keras terhadap aksi protes tersebut.
Presiden Salome Zurabishvili merekam pidato video dari New York pada Selasa malam, juga mencela RUU tersebut dan bersumpah untuk memvetonya. Mantan duta besar Prancis untuk Georgia, Zurabishvili menjadi warga negara Georgia – dan menteri luar negeri – setelah “Revolusi Mawar” yang didukung AS tahun 2003.
Irakli Kobakhidze, pemimpin partai 'Impian Georgia' yang berkuasa, mengecam kelompok oposisi yang berusaha untuk memulihkan revolusi mata-mata yang memberi Georgia sembilan tahun penyiksaan, pemerasan, penyensoran anti-Eropa, dan hilangnya 20% wilayah.
Baca Juga: AS dan Uni Eropa Ancam Georgia karena Ogah Menghukum Rusia
“Masyarakat Georgia cukup dewasa hari ini untuk tidak mengizinkan revolusi baru oleh mata-mata yang sama atau kembali ke masa lalu,” kata Kobakhidze kepada wartawan seperti dikutip dari RT, Kamis (9/3/2023).
Amerika Serikat (AS) memberikan suara dukungan kepada para demonstran, dengan kedutaan di Tbilisi mencela pengesahan undang-undang tersebut sebagai "hari gelap bagi demokrasi" di Georgia. Sedangkan Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington mungkin akan menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah Georgia atas tindakan keras terhadap aksi protes tersebut.
Presiden Salome Zurabishvili merekam pidato video dari New York pada Selasa malam, juga mencela RUU tersebut dan bersumpah untuk memvetonya. Mantan duta besar Prancis untuk Georgia, Zurabishvili menjadi warga negara Georgia – dan menteri luar negeri – setelah “Revolusi Mawar” yang didukung AS tahun 2003.
Irakli Kobakhidze, pemimpin partai 'Impian Georgia' yang berkuasa, mengecam kelompok oposisi yang berusaha untuk memulihkan revolusi mata-mata yang memberi Georgia sembilan tahun penyiksaan, pemerasan, penyensoran anti-Eropa, dan hilangnya 20% wilayah.
Baca Juga: AS dan Uni Eropa Ancam Georgia karena Ogah Menghukum Rusia
“Masyarakat Georgia cukup dewasa hari ini untuk tidak mengizinkan revolusi baru oleh mata-mata yang sama atau kembali ke masa lalu,” kata Kobakhidze kepada wartawan seperti dikutip dari RT, Kamis (9/3/2023).
Lihat Juga :