10 Kuburan Massal Ini Jadi Saksi Tragedi Kemanusiaan
Minggu, 19 Juli 2020 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A

Perang Chechnya yang berdarah dimulai pada 1994. Sejak itu sejumlah kuburan massal telah banyak ditemukan di wilayah tersebut. Pada 2008, total 58 situs pemakaman massal telah ditemukan.
Jumlah korban yang terkubur di kuburan ini mencapai ribuan. Kuburan massal terbesar terletak di Grozny, ibukota Chechnya, berisi 800 mayat, yang semuanya diperkirakan adalah korban Perang Chechnya I yang berlangsung dari Desember 1994 hingga Agustus 1996. (Lihat grafis: Kapal Perang AS Meledak, Harganya Rp10,9 T dan 57 Orang Terluka)
5. Kuburan Massal Perang di Irak

Sejarah kekerasan dan pergolakan politik Irak telah didokumentasikan dengan baik selama bertahun-tahun. Pada 1980-an kuburan massal ditemukan di seluruh negara. Korban yang tak terhitung jumlahnya, sebagian besar diidentifikasi sebagai warga Kurdi dan warga Irak. (Baca juga: Putri Terakhir Irak Meninggal, Saksi Kekacauan dalam Sejarah Timur Tengah)
Mereka dilaporka telah dimakamkan di 250 kuburan massal, di mana hanya 40 lokasi di antaranya yang telah secara resmi digali. Para korban yang dikuburkan diperkirakan merupakan korban genosida, pembantaian, dan eksekusi yang diduga dilakukan atas perintah pejabat pemerintah Irak.
6. Kuburan Massal Wabah Pes (Black Death) di Inggris
-di-Inggris.jpg)
The Great Britain Plague Pits (Lubang Wabah Britania Raya) berawal dari zaman Wabah Hitam yang menghancurkan Eropa selama abad ke-14. Tingkat kematian wabah itu sangat besar yang disebabkan oleh kerusakan akibat Wabah Bubonic (atau Kematian Hitam). (Baca juga: 10 Wabah Paling Ganas dalam Sejarah Manusia)
Karena jumlah korban besar maka metode penguburan tradisional di sebagian besar Eropa diganti dengan kuburan massal demi praktik yang lebih efisien. Meskipun mungkin tidak pernah diketahui secara pasti berapa banyak orang yang tewas di Inggris selama wabah namun para ahli memperkirakan jumlah korban tewas antara 25 dan 60% dari seluruh populasi negara. (Baca juga:
Inilah Penyakit Paling Berbahaya dari Corona, Dokter Pun Tak Bisa Mengobatinya)
7. Kuburan Massal Pulau Hart

Pulau Hart terletak di wilayah Bronx, New York City dan merupakan bagian dari Kepulauan Pelham. Pada tahun 1865 selama Perang Sipil Amerika, pulau itu menjadi tempat tawanan kamp perang. (Lihat foto: Covid-19 Pukul Industri Sepatu Rumahan)
Meskipun tentara pendukung Konfederasi dan pendukung Serikat dimakamkan di sini, sisa-sisa prajurit yang berjuang untuk Serikat dimakamkan kembali di tempat lain setelah perang. Hari ini Pulau Hart digunakan oleh New York sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi kaum miskin, tunawisma, dan orang sakit.
8. Kuburan Massal Pulau Kepiting (Crab Island)
Lihat Juga :