Australia Janji Lindungi Mahkota Permata Rahasia Penting Nuklir AS

Sabtu, 04 Maret 2023 - 00:01 WIB
loading...
Australia Janji Lindungi...
Kapal selam bertenaga nuklir AS, USS Missouri. Foto/wikimediacommons
A A A
WASHINGTON - Australia bersikeras akan menjaga teknologi propulsi nuklir Amerika Serikat (AS) dengan kunci ketat setelah mendapatkan akses ke informasi sensitif itu.

Utusan Australia untuk Washington berjanji melindungi "mahkota permata" Amerika.

Berbicara kepada hadirin di think tank AS pada Kamis (2/3/2023), Duta Besar Arthur Sinodinos mengatakan banyak kemajuan telah dibuat pada kesepakatan AUKUS tiga arah yang ditandatangani antara AS, Australia, dan Inggris pada tahun 2021, yang rinciannya akan diungkap akhir bulan ini.

“Fakta bahwa orang Amerika siap untuk berbagi mahkota permata mereka dengan kami menyiratkan bahwa harus ada kemajuan dalam transfer teknologi yang mulus. Tak satu pun dari kita ingin ini macet,” ujar dia kepada Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington DC.

Baca juga: Tak Ada yang Gratis! Ukraina Diperingatkan Harus Bayar untuk Senjata Barat

“Dan saya pikir keadaan pikiran itu sekarang telah meresap ke berbagai tingkat pemerintahan (AS),” papar Sinodinos.

Meskipun rincian transfer teknologi kapal selam belum dipublikasikan, Sinodinos menyatakan Australia telah “meyakinkan orang Amerika” dan menunjukkan “semacam perlindungan informasi yang kami ambil untuk memastikan mereka memahami bahwa teknologi mereka aman dalam hal kebocoran kepada pihak ketiga.”

AS mempertahankan kontrol ekspor yang ketat pada perangkat keras militer tertentu, yang telah menciptakan hambatan untuk pengiriman senjata di masa lalu ke luar negeri.

Sinodinos menyarankan Australia dapat diberikan pengecualian berdasarkan peraturan Amerika, dengan mengatakan "pekerjaan sedang berlangsung" tetapi "belum selesai."

Pada bulan Desember, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bertemu rekan-rekannya dari Inggris dan Australia untuk lebih menuntaskan kesepakatan AUKUS.

Dia menyatakan Washington berkomitmen melengkapi kemampuan baru ke Australia "sesegera mungkin".

Pada saat itu, Menhan Australia Richard Marles berbicara tentang "rasa misi bersama yang sangat besar" antara ketiga sekutu.

Dia juga mencatat AS jarang berbagi teknologi nuklirnya, bahkan dengan mitra dekatnya.

Ditanya tentang tindakan pencegahan yang akan diambil Australia untuk melindungi informasi sensitif mengingat kurangnya industri propulsi nuklir dalam negeri, Marles mengatakan pada Jumat bahwa teknologi tersebut akan disimpan dengan "tingkat keamanan tertinggi".

“Dalam waktu singkat kami akan mengumumkan jalur optimal bagi Australia untuk memperoleh kemampuan kapal selam bertenaga nuklir, dan menjadi pelayan nuklir dalam konteks ini adalah bagian yang sangat penting dari pengumuman itu,” ungkap dia kepada wartawan.

Dia menambahkan, “Itu memang melibatkan penguatan keamanan yang sangat signifikan dalam arti fisik, dengan bangunan dan pagar dan sejenisnya, tetapi juga dalam arti IT.”

Pakta AUKUS trilateral mendapat kecaman dari Rusia dan China. Bulan lalu, para pejabat di Beijing mengecam kesepakatan yang mempromosikan “proliferasi nuklir” di kawasan Indo-Pasifik.

Rusia telah menggemakan keprihatinan serupa, memperingatkan AS, Inggris, dan Australia akan segera menjadi “aliansi politik-militer” dan berupaya memicu konflik baru di Asia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved