Setelah Hampir 3 Tahun, Hong Kong Cabut Kewajiban Penggunaan Masker

Rabu, 01 Maret 2023 - 18:40 WIB
loading...
Setelah Hampir 3 Tahun,...
Setelah Hampir 3 Tahun, Hong Kong Cabut Kewajiban Penggunaan Masker. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Hong Kong mencabut aturan kewajiban penggunaan masker mulai Rabu (1/3/2023). Putusan ini mengakhiri pembatasan aturan ketat Covid-19 terakhir di Hong Kong.

Hong Kong menjadi salah satu tempat terakhir di dunia yang mewajibkan masker atau penutup wajah di hampir semua tempat umum, dengan setiap orang yang berusia di atas dua tahun diharuskan memakainya atau menghadapi denda hingga USD1.275.

Baca: Tarik Minat Wisatawan, Hong Kong Tawarkan 500 Ribu Penerbangan Gratis

“Saya umumkan bahwa persyaratan masker akan dibatalkan seluruhnya mulai besok, 1 Maret, termasuk untuk di dalam ruangan, di luar ruangan, dan di transportasi umum,” kata Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, seperti dikutip dari AFP. “Kita sekarang kembali ke keadaan normal,” lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa rumah sakit dan panti jompo dapat memberlakukan pembatasan mereka sendiri. Sebelumnya, mandat penggunaan masker diberlakukan tiga tahun lalu, dan tetap berlaku selama hampir 1.000 hari.

Pencabutan pembatasan di Hong Kong terjadi setelah wilayah tetangganya, China, Makau, melonggarkan aturan penggunaan maskernya sendiri pada awal pekan ini, mencabut tindakan tersebut kecuali untuk area publik berisiko tinggi, seperti rumah sakit.

Baca: Bye-bye Nol-Covid! Perbatasan Kembali Dibuka, Warga Hong Kong Mudik ke China

Berbicara pada jumpa pers yang sama, Sekretaris Kesehatan Lo Mau-chung mengatakan, bahwa dengan pencabutan mandat masker, Hong Kong sekarang telah menghapus semua pembatasan epidemi.

“Saya menantikan untuk melihat senyum di wajah semua orang sekarang,” katanya. Namun, dia menambahkan, pemerintah tetap menyarankan pemakaian masker di lingkungan “berisiko tinggi” seperti panti jompo dan rumah sakit.

Hong Kong telah membatalkan beberapa kontrol besar lainnya dalam beberapa bulan terakhir, terutama karantina wajib untuk semua kedatangan internasional, sebuah langkah yang dirayakan oleh penduduk yang kelaparan perjalanan, anggota keluarga di luar negeri, dan bisnis lokal yang kesulitan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Berita Terkini
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Infografis
Setelah 1.700 Tahun,...
Setelah 1.700 Tahun, Sosok Asli Sinterklas Akhirnya Terungkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved