Erdogan Minta Maaf atas Tertundanya Penyelamatan Korban Gempa di Adiyaman

Selasa, 28 Februari 2023 - 04:30 WIB
loading...
Erdogan Minta Maaf atas...
Erdogan Minta Maaf atas Tertundanya Penyelamatan Korban Gempa di Adiyaman. FOTO/Reuters
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (27/2/2023), meminta maaf atas penundaan penyelamatan saat mengunjungi salah satu daerah yang paling parah dilanda gempa mematikan awal bulan ini.

Erdogan, yang mencari masa jabatan lain sebagai presiden setelah dua dekade berkuasa, telah menerima kritik keras dari korban gempa di Adiyaman, tenggara Turki.

Baca: Gempa Kembali Guncang Turki, 1 Orang Tewas dan 69 Warga Terluka

Dalam pemilihan terakhir tahun 2018, Erdogan dengan mudah mengalahkan saingan oposisi sekulernya di provinsi itu.

“Karena efek yang menghancurkan dari gempa dan cuaca buruk, kami tidak dapat bekerja seperti yang kami inginkan di Adiyaman selama beberapa hari pertama. Saya minta maaf untuk ini,” kata Erdogan, seperti dikutip dari AFP.

Gempa 6 Februari menewaskan lebih dari 44.000 orang di Turki dan ribuan lainnya di negara tetangga Suriah. AFP melaporkan kemarahan penduduk setempat terhadap pemerintah dari Adiyaman pada 10 Februari.

Baca: Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang

"Saya tidak melihat siapa pun sampai pukul 14:00 pada hari kedua gempa," kata warga Adiyaman, Mehmet Yildirim kepada AFP saat itu.

“Tidak ada pemerintah, tidak ada negara, tidak ada polisi, tidak ada tentara. Tidak tahu malu! Anda meninggalkan kami sendirian, lanjutnya.

Malapetaka melanda tepat ketika Erdogan mendapatkan momentum dan mulai mengangkat angka persetujuannya dari tingkat terendah yang diderita selama krisis ekonomi yang mengerikan yang meledak tahun lalu.

Tak lama setelah gempa, Erdogan mengakui "kekurangan" dalam penanganan bencana oleh pemerintah.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
Intelijen AS Minta ISIS...
Intelijen AS Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved