Kekuatan Militer Aliansi Negara Komunis China, Korea Utara, dan Rusia

Senin, 27 Februari 2023 - 16:13 WIB
loading...
Kekuatan Militer Aliansi...
Tentara China dan Rusia berpelukan saat latihan militer bersama. Foto/xinhua
A A A
BEIJING - Militer merupakan salah satu pertahanan negara yang sangat penting. Tanpa adanya militer maka keamanan negara bisa saja terancam.

Terlebih lagi dari sejumlah negara penganut komunis berikut ini. Kita akan bahas mengenai kekuatan militer dari Korea Utara, China, dan Rusia.

1. Korea Utara

Menepati posisi ke-30 di dunia, korea utara menganggarkan untuk keberlangsungan kekuatan militer negara mereka sebanyak USD4.500.000.000 atau setara dengan Rp68.762.250.000.000.

Jumah personel mencapai 2.000.000 orang formasinya adalah 1.200.000 personel aktif, 600.000 orang personel cadangan, dan 200.000 orang paramiliter.

Akomodasi militer angkatan udara korea utara memiliki 204 unit helikopter, 458 unit jet tempur, 114 unit pesawat serang, 20 unit helikopter serang, 169 unit pesawat latih, 1 unit pesawat angkut.

Armada darat yang dimiliki yaitu 5.895 unit tank, 4.114 unit kendaraan lapis baja, 250 unit artileri tarik, 450 unit artileri gerak, 1.360 unit peluncur roket.

Kekuatan laut korea utara dilengkapi dengan 200 unit kapal patroli, 35 unit kapal selam, 5 unit fregat, 10 unit kapal perang.

2. China

Berada diposisi ke-3 di dunia, China menganggarkan USD230.000.000.000 atau setara dengan Rp3.514.515.000.000.000,00 untuk menyokong kekuatan militer mereka.

Dengan personel yang diperkirakan sebanyak 3.134.000 orang dengan pembagian 2.000.000 personel aktif, 510.000 personnel cadangan, 624.000 orang tergabung dalam paramiliter.

Pertahanan udara, darat, laut juga memiliki beberapa akomodasi pendukung, diantaranya, untuk angkatan udara negara China memiliki 912 unit helikopter, 1.200 unit jet tempur, 371 unit pesawat serang, 281 unit helikopter serang, 399 unit pesawat latih, 286 unit pesawat angkut.

Angkatan Darat memiliki 5,250 unit tank, 35.000 unit kendaraan lapis baja, 1.734 unit artileri tarik, 4.120 unit artileri gerak, dan 3.160 unit peluncur roket.

Angkatan Laut china dilengkapi dengan 49 unit fregat, 70 unit korvet, 152 unit kapal patroli, 79 unit kapal selam, 36 unit kapal perang, 2 unit kapal induk, 41 unit kapal penghancur.

3. Rusia

Rusia sebenarnya tidak bisa lagi dilihat sebagai negara komunis. Uni Soviet yang komunis berakhir pada 26 Desember 1991. Namun, ideologi komunis tidak sepenuhnya berakhir di era baru Rusia yang lebih kapitalis.

Menempati urutan ke-2 di dunia, membuat kekuatan militer rusia termasuk yang tinggi. Total personel yang dimiliki rusia sebanyak 1.330.900 orang, personel yang masih aktif berjumlah 830.900 orang, kemudian anggota paramiliter sebanyak 250.000 orang, cadangan militer ada 250.000 orang.

Tak tanggung-tanggung, Rusia menganggarkan untuk militer sebanyak USD82.600.000.000 atau setara dengan Rp1.262.169.300.000.000.

Berbagai akomodasi penunjang kekuatan militer rusia juga memiliki jumlah yang tidak sedikit, untuk pertahanan udara rusia memiliki 1.531 unit ehikopter, 773 unit pesawat tempur, 44 unit pesawat angkut, 524 unit pesawat latih, 147 unit pesawat militer misi khusus, 537 unit heikopter serang.

Beralih ke kekuatan pertahanan darat russia memiliki 12.566 unit tank, 151.641 kendaraan lapis baja, 4.336 unit artileri tarik, 6.575 unit artileri gerak, 3.887 unit artileri roket.

Pertahanan laut juga memiliki beberapa akomodasi penunjang, di antaranya adalah 86 unit korvet, 11 unit fregat, 70 unit kapal selam, 59 unit kapal patroli, 49 unit kapal perang, 1 unit kapal induk, 15 unit kapal penghancur.

Itu tadi sedikit ulasan mengenai kekuatan militer dari tiga negara, bagaimana sudah terjawab kah rasa penasaran Anda?

Penulis:MG/Benedicto Aji Saka Pranoto
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved