Timeline Setahun Rusia Invasi Ukraina
Jum'at, 24 Februari 2023 - 21:47 WIB
loading...
A
A
A
Juni 2022
Pasukan Rusia mengeklaim sudah menguasai separuh wilayah Ukraina bagian timur. Sementara itu, pasukan Ukraina disebut mundur dari kota Severodonetsk pada 24 Juni 2022, setelah melalui peperangan melawan pasukan Rusia.
Pasukan Ukraina memutuskan mundur dari wilayah tersebut dan menerima perintah baru untuk melanjutkan operasi di wilayah lain. Sebab, pihak Ukraina menilai tidak ada artinya bertahan di lokasi yang sudah dihancurkan pihak lawan.
Juli 2022
Pada 3 Juli, pasukan Ukraina mundur dari kota Lysychansk, Ukraina timur, pertahanan perkotaan terakhir di bawah kendali Kiev. Satu hari kemudian, Ukraina meluncurkan cetak biru untuk rekonstruksi yang memerlukan dana lebih dari USD750 miliar selama 10 tahun.
Pada 22 Juli, dengan bantuan Turki dan PBB, Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan untuk melepaskan pasokan yang diblokir di pelabuhan Laut Hitam Ukraina. Hal itu guna mengakhiri kebuntuan yang mengancam ketahanan pangan dunia.
Lalu pada 29 Juli, serangan rudal menghantam penjara di kota timur Olenivka yang dikuasai Rusia. Atas kejadian tersebut, 53 orang tewas. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan itu.
Agustus 2022
Ledakan dahsyat menghantam pangkalan udara di Crimea pada 9 Agustus. Ledakan tersebut menghantam gardu listrik serta gudang amunisi.
Masih di tanggal yang sama, pemerintah Rusia menuding Ukraina bertanggung jawab atas ledakan bom kendaraan yang menewaskan putri ahli ideologi nasionalis Rusia Alexander Dugin di selatan Moskow.
Pada 30 Agustus, Ukraina memulai serangan di wilayah selatan Kherson yang kemudian menjadi serangan balasan penuh guna mendorong pasukan Rusia mundur.
September 2022
Pada awal bulan September, sebagian besar negara yang tergabung pada G7 setuju memberlakukan batasan harga untuk pembelian minyak secara global.
Pada 6 September, Ukraina meluncurkan serangan balasan di wilayah Kharkiv timur laut. Hal tersebut memaksa Rusia mundur dari wilayah tersebut.
Ukraina berhasil merebut kembali wilayah pendudukan di Kharkiv utara. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi 300.000 tentaranya.
Bersamaan dengan itu, pada 21 September, Rusia menggelar referendum ilegal di wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Pemungutan tersebut dianggap palsu oleh Ukraina dan Barat.
Putin pun menandatangani dokumen untuk mencaplok wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Oktober 2022
Pasukan Rusia mengeklaim sudah menguasai separuh wilayah Ukraina bagian timur. Sementara itu, pasukan Ukraina disebut mundur dari kota Severodonetsk pada 24 Juni 2022, setelah melalui peperangan melawan pasukan Rusia.
Pasukan Ukraina memutuskan mundur dari wilayah tersebut dan menerima perintah baru untuk melanjutkan operasi di wilayah lain. Sebab, pihak Ukraina menilai tidak ada artinya bertahan di lokasi yang sudah dihancurkan pihak lawan.
Juli 2022
Pada 3 Juli, pasukan Ukraina mundur dari kota Lysychansk, Ukraina timur, pertahanan perkotaan terakhir di bawah kendali Kiev. Satu hari kemudian, Ukraina meluncurkan cetak biru untuk rekonstruksi yang memerlukan dana lebih dari USD750 miliar selama 10 tahun.
Pada 22 Juli, dengan bantuan Turki dan PBB, Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan untuk melepaskan pasokan yang diblokir di pelabuhan Laut Hitam Ukraina. Hal itu guna mengakhiri kebuntuan yang mengancam ketahanan pangan dunia.
Lalu pada 29 Juli, serangan rudal menghantam penjara di kota timur Olenivka yang dikuasai Rusia. Atas kejadian tersebut, 53 orang tewas. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan itu.
Agustus 2022
Ledakan dahsyat menghantam pangkalan udara di Crimea pada 9 Agustus. Ledakan tersebut menghantam gardu listrik serta gudang amunisi.
Masih di tanggal yang sama, pemerintah Rusia menuding Ukraina bertanggung jawab atas ledakan bom kendaraan yang menewaskan putri ahli ideologi nasionalis Rusia Alexander Dugin di selatan Moskow.
Pada 30 Agustus, Ukraina memulai serangan di wilayah selatan Kherson yang kemudian menjadi serangan balasan penuh guna mendorong pasukan Rusia mundur.
September 2022
Pada awal bulan September, sebagian besar negara yang tergabung pada G7 setuju memberlakukan batasan harga untuk pembelian minyak secara global.
Pada 6 September, Ukraina meluncurkan serangan balasan di wilayah Kharkiv timur laut. Hal tersebut memaksa Rusia mundur dari wilayah tersebut.
Ukraina berhasil merebut kembali wilayah pendudukan di Kharkiv utara. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi 300.000 tentaranya.
Bersamaan dengan itu, pada 21 September, Rusia menggelar referendum ilegal di wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Pemungutan tersebut dianggap palsu oleh Ukraina dan Barat.
Putin pun menandatangani dokumen untuk mencaplok wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Oktober 2022
Lihat Juga :