China Ajukan 12 Poin untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Ini Rincian Lengkapnya

Jum'at, 24 Februari 2023 - 19:34 WIB
loading...
China Ajukan 12 Poin...
China ajukan 12 poin dalam proposal perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China telah merilis 12 poin dalam proposal perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina . Itu dibeberkan pada Jumat (24/2/2023) atau tepat setahun invasi militer Moskow terhadap tetangganya.

Diplomat China Wang Yi telah berkeliling Eropa minggu lalu untuk melakukan lobi-lobi guna memuluskan rencana perdamaian tersebut. Dia mengakhiri perjalanannya di Moskow dan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: Bukan China, Ini 6 Negara yang Dukung Tentara Rusia Bercokol di Ukraina

Kementerian Luar Negeri China merilis 12 poin tersebut. Berikut rincian lengkapnya:

1. Menghormati kedaulatan semua negara

2. Meninggalkan mentalitas Perang Dingin

3. Menghentikan permusuhan

4. Melanjutkan pembicaraan damai

5. Menyelesaikan krisis kemanusia

6. Melindungi warga sipil dan tawanan perang.

7. Menjaga keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir

8. Mengurangi risiko strategis

9. Memfasilitasi ekspor biji-bijian

10. Menghentikan sanksi sepihak

11. Menjaga stabilitas industri dan rantai pasokan

12. Mempromosikan rekonstruksi pasca-konflik.

Beijing telah menjadi sekutu penting Moskow dalam pertikaian Rusia dengan Barat, tetapi sekarang menyerukan gencatan senjata, melindungi pembangkit nuklir, melanjutkan negosiasi perdamaian, dan menghapus sanksi sepihak terhadap Rusia.

Namun, proposal tersebut terlihat memiliki sedikit peluang untuk mendapatkan dukungan dari mereka yang mendukung pemerintah di Kiev.

Blue print dari proposal perdamaian yang diajukan China juga terlihat menghindari pertanyaan tentang tanah-tanah di Ukraina timur yang telah direbut Rusia selama setahun invasi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersikeras bahwa Kiev tidak akan menyerahkan tanah apa pun kepada Rusia sebagai bagian dari penyelesaian perdamaian yang potensial.

Dia awalnya skeptis terhadap proposal China, tetapi menyambut masuknya China ke dalam proses sebagai "langkah pertama" yang penting.

Tetapi Kiev kemungkinan akan menolak proposal China karena pemerintah Zelensky telah menyatakan bahwa mereka akan berperang sampai Rusia meninggalkan perbatasan Ukraina, dan Moskow juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangannya.

Ukraina dan negara-negara lain tidak mungkin memandang China sebagai mediator yang tidak memihak untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong jutaan orang ke pengasingan.

Sebagai tanda dukungan berkelanjutan Beijing terhadap Rusia, China abstain dari pemungutan suara simbolis Majelis Umum PBB pada resolusi yang menyerukan diakhirinya perang di Ukraina.

Sebanyak 141 negara mendukung resolusi PBB, 7 negara termasuk Rusia menentang, dan 32 negara lainnya abstain.

Masuknya China ke dalam diplomasi pembicaraan damai telah ditanggapi dengan skeptis di Eropa. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mendukung posisi Keiv dengan mengatakan penarikan pasukan Rusia harus menjadi syarat kesepakatan damai.

"Perdamaian yang adil tidak bisa berarti agresor mendapat imbalan," katanya pada forum keamanan baru-baru ini di Munich, seperti dikutip Bloomberg.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved