Selain Invasi Rusia ke Ukraina, Ini Peristiwa Penting yang Terjadi pada 24 Februari
Jum'at, 24 Februari 2023 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Kekuatan militer Ukraina tentu tak sebanding dengan kekuatan Rusia. Namun, negara ini memberikan perlawanan serius untuk mengusir Rusia dari wilayahnya. Sejumlah bantuan persenjataan dan alutsista pun datang dari negara-negara yang mendukung Ukraina, terutama negara anggota NATO.
Dalam waktu enam bulan saja setelah dimulainya invasi, setidaknya terdapat 5.587 warga sipil tewas dan 7.890 lainnya terluka, menurut PBB. Namun, angka ini diperkirakan terlalu rendah. Selain itu, jutaan warga Ukraina mengungsi, serta tak terhitung jumlah rumah, rumah sakit, sekolah, dan bangunan sipil lainnya yang rusak atau hancur selama serangan terjadi. Hingga kini, invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung setahun dan belum menunjukkan tanda akan berakhir.
Baca: Australia Janji Kirim Lebih Banyak Drone ke Ukraina
2. Invasi Darat ke Kuwait dan Irak oleh Amerika Serikat
Tanggal 24 Februari 1991 menjadi tanggal dimulainya invasi darat oleh Amerika Serikat (AS) ke Irak dan Kuwait dalam Perang Teluk (Gulf War). Awalnya, Irak menginvasi Kuwait di tahun 1990. Hal ini disusul dengan berkumpulnya Pasukan Keamanan AS dalam Operasi Desert Shield di Teluk Persia. Dewan Keamanan PBB lalu mengeluarkan keputusan yang mengizinkan penggunaan senjata kepada Irak jika mereka tidak menarik diri dari Kuwait.
Sejak Januari 1991, Operasi Desert Shield mulai dijalankan dan AS melakukan serangan kepada Irak dengan meluncurkan pesawat tempur dari Arab Saudi dan dari kapal milik AS dan Inggris di Teluk Persia. Pada 24 Februari 1991, serangan besar-besaran melalui darat pun terjadi hingga membuat Irak kewalahan. Akhirnya, di hari itu, pasukan Irak dapat ditaklukkan dan sekitar 10.000 tentaranya menjadi tahanan.
AS juga berhasil mendirikan pangkalan udara di Irak. Selang empat hari kemudian, Kuwait dapat dibebaskan. Irak menyerah dan berjanji akan menghormati kerja sama di masa depan dan persyaratan perdamaian oleh PBB. Setelahnya, pada 28 Februari 1991, Presiden AS George Bush mengumumkan gencatan senjata.
Dalam waktu enam bulan saja setelah dimulainya invasi, setidaknya terdapat 5.587 warga sipil tewas dan 7.890 lainnya terluka, menurut PBB. Namun, angka ini diperkirakan terlalu rendah. Selain itu, jutaan warga Ukraina mengungsi, serta tak terhitung jumlah rumah, rumah sakit, sekolah, dan bangunan sipil lainnya yang rusak atau hancur selama serangan terjadi. Hingga kini, invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung setahun dan belum menunjukkan tanda akan berakhir.
Baca: Australia Janji Kirim Lebih Banyak Drone ke Ukraina
2. Invasi Darat ke Kuwait dan Irak oleh Amerika Serikat
Tanggal 24 Februari 1991 menjadi tanggal dimulainya invasi darat oleh Amerika Serikat (AS) ke Irak dan Kuwait dalam Perang Teluk (Gulf War). Awalnya, Irak menginvasi Kuwait di tahun 1990. Hal ini disusul dengan berkumpulnya Pasukan Keamanan AS dalam Operasi Desert Shield di Teluk Persia. Dewan Keamanan PBB lalu mengeluarkan keputusan yang mengizinkan penggunaan senjata kepada Irak jika mereka tidak menarik diri dari Kuwait.
Sejak Januari 1991, Operasi Desert Shield mulai dijalankan dan AS melakukan serangan kepada Irak dengan meluncurkan pesawat tempur dari Arab Saudi dan dari kapal milik AS dan Inggris di Teluk Persia. Pada 24 Februari 1991, serangan besar-besaran melalui darat pun terjadi hingga membuat Irak kewalahan. Akhirnya, di hari itu, pasukan Irak dapat ditaklukkan dan sekitar 10.000 tentaranya menjadi tahanan.
AS juga berhasil mendirikan pangkalan udara di Irak. Selang empat hari kemudian, Kuwait dapat dibebaskan. Irak menyerah dan berjanji akan menghormati kerja sama di masa depan dan persyaratan perdamaian oleh PBB. Setelahnya, pada 28 Februari 1991, Presiden AS George Bush mengumumkan gencatan senjata.
Lihat Juga :