Eks Diplomat Rusia: Ancaman Serangan Nuklir Putin Hanya Gertakan
Kamis, 23 Februari 2023 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Selasa, selama pidato kenegaraannya di Majelis Nasional Rusia, Putin mengumumkan bahwa Rusia akan berhenti mematuhi perjanjian News START, perjanjian kontrol senjata nuklir terakhir yang tersisa antara Rusia dan Amerika Serikat (AS).
Ada kekhawatiran yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir bahwa Rusia dapat mengeluarkan ancaman serangan nuklir baru jika Ukraina berusaha untuk merebut kembali Crimea, semenanjung Laut Hitam yang oleh Ukraina dan Barat sebut dianeksasi secara ilegal oleh Putin pada tahun 2014.
Seorang pejabat Ukraina mengatakan bulan ini bahwa negaranya sedang mempersiapkan "brigade penyerang" untuk mengambil kembali wilayah yang diduduki, termasuk Crimea.
Banyak yang khawatir bahwa merebut kembali Crimea akan menjadi garis merah bagi Rusia dan Putin mungkin menggunakan kemampuan nuklir negaranya untuk mempertahankan wilayah tersebut.
"Hari ini [Putin] menggertak dan kami tahu bahwa dia menggertak tentang ancaman nuklir. Ukraina merebut kembali beberapa bagian wilayah mereka, dan tidak ada pembalasan nuklir," kata Bondarev dalam wawancara telepon dari Swiss.
"Jika Anda takut Putin menggunakan nuklir, maka Anda sudah kalah perang melawannya dan dia menang," kata Bondarev ketika ditanya tentang janji Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk merebut kembali Crimea.
"Karena itulah yang dia inginkan. Dia ingin Anda dipaksa atau dihalangi oleh ancamannya."
Ada kekhawatiran yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir bahwa Rusia dapat mengeluarkan ancaman serangan nuklir baru jika Ukraina berusaha untuk merebut kembali Crimea, semenanjung Laut Hitam yang oleh Ukraina dan Barat sebut dianeksasi secara ilegal oleh Putin pada tahun 2014.
Seorang pejabat Ukraina mengatakan bulan ini bahwa negaranya sedang mempersiapkan "brigade penyerang" untuk mengambil kembali wilayah yang diduduki, termasuk Crimea.
Banyak yang khawatir bahwa merebut kembali Crimea akan menjadi garis merah bagi Rusia dan Putin mungkin menggunakan kemampuan nuklir negaranya untuk mempertahankan wilayah tersebut.
"Hari ini [Putin] menggertak dan kami tahu bahwa dia menggertak tentang ancaman nuklir. Ukraina merebut kembali beberapa bagian wilayah mereka, dan tidak ada pembalasan nuklir," kata Bondarev dalam wawancara telepon dari Swiss.
"Jika Anda takut Putin menggunakan nuklir, maka Anda sudah kalah perang melawannya dan dia menang," kata Bondarev ketika ditanya tentang janji Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk merebut kembali Crimea.
"Karena itulah yang dia inginkan. Dia ingin Anda dipaksa atau dihalangi oleh ancamannya."
Lihat Juga :