China Bisa Ubah Ratusan Jet Tempur Kuno jadi Drone Bunuh Diri untuk Serang Taiwan
Rabu, 22 Februari 2023 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar China Global Times yang disponsori negara mengatakan, “J-7 yang sudah pensiun dapat dipesan untuk pelatihan dan pengujian, atau mereka dapat dimodifikasi menjadi drone dan memainkan peran baru dalam peperangan modern.”
Baca juga: Pria Muslim Ini Nikahi Wanita Transgender dalam Upacara Hindu di Hari Valentine
Tetapi pada tahun 2021, J-7 lama diterbangkan di samping pesawat J-6 yang lebih modern dalam latihan di dekat Taiwan, yang menimbulkan spekulasi mereka telah diubah menjadi drone.
Itu terjadi ketika China memperluas militernya di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan itu setelah AS menembak jatuh balon mata-mata setinggi 200 kaki yang tertangkap terbang melintasi Montana.
Menurut Pentagon, China sekarang memiliki kekuatan penerbangan terbesar ketiga di dunia dan memiliki hampir 400 J-7 yang masih digunakan.
Pekan lalu hampir dua lusin pesawat militer China terlihat di selat Taiwan.
China selama berminggu-minggu mengirim kapal perang, pengebom, jet tempur, dan pesawat pendukung ke wilayah udara dekat Taiwan hampir setiap hari.
Beijing berharap melemahkan sumber daya pertahanan pulau yang terbatas dan melemahkan dukungan untuk Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang dianggap pro-kemerdekaan.
Baca juga: Pria Muslim Ini Nikahi Wanita Transgender dalam Upacara Hindu di Hari Valentine
Tetapi pada tahun 2021, J-7 lama diterbangkan di samping pesawat J-6 yang lebih modern dalam latihan di dekat Taiwan, yang menimbulkan spekulasi mereka telah diubah menjadi drone.
Itu terjadi ketika China memperluas militernya di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan itu setelah AS menembak jatuh balon mata-mata setinggi 200 kaki yang tertangkap terbang melintasi Montana.
Menurut Pentagon, China sekarang memiliki kekuatan penerbangan terbesar ketiga di dunia dan memiliki hampir 400 J-7 yang masih digunakan.
Pekan lalu hampir dua lusin pesawat militer China terlihat di selat Taiwan.
China selama berminggu-minggu mengirim kapal perang, pengebom, jet tempur, dan pesawat pendukung ke wilayah udara dekat Taiwan hampir setiap hari.
Beijing berharap melemahkan sumber daya pertahanan pulau yang terbatas dan melemahkan dukungan untuk Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang dianggap pro-kemerdekaan.
Lihat Juga :