Bos Wagner Marah Militer Rusia Tolak Beri Amunisi untuk Tentara Bayaran

Selasa, 21 Februari 2023 - 13:22 WIB
loading...
Bos Wagner Marah Militer...
Yevgeny Prigozhin (paling kiri), miliarder pendiri kelompok tentara bayaran Wagner Group Rusia. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Yevgeny Prigozhin, miliarder pendiri kelompok tentara bayaran Wagner Group , meluapkan kemarahannya setelah para pejabat militer Rusia menolak memberi amunisi kepada para tentara bayarannya yang berperang di Ukraina .

Bos Wagner Group itu tidak menyebut nama pejabat militer yang dimaksud, namun itu menunjukkan persaingan yang berkelanjutan antara dirinya dan sebagian elite Rusia.

Prigozhin, seorang pengusaha katering yang pernah menghindari sorotan publik, telah mengambil peran publik yang lebih besar dalam politik Rusia sejak dimulainya perang di Ukraina setahun yang lalu. Itu dimulai ketika Wagner Group miliknya mempelopori pertempuran selama berbulan-bulan Rusia untuk kota Bakhmut di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

Baca juga: Bos Tentara Bayaran Rusia Naik Jet Tempur Bombardir Bakhmut, Tantang Zelensky Duel Langit

Dalam pesan audio tujuh menit yang diterbitkan pada hari Senin oleh layanan persnya, Prigozhin tampak marah dan emosional. Dia mengatakan bahwa dirinya diminta untuk "meminta maaf dan patuh" untuk mengamankan amunisi bagi para tentara bayarannya.

Kadang-kadang berbicara dengan suara tinggi dan kadang-kadang mengumpat, dia berkata: "Saya tidak dapat menyelesaikan masalah ini terlepas dari semua koneksi dan kontak saya."

Prigozhin mengatakan produksi militer Rusia sekarang cukup untuk memasok pasukan yang bertempur di garis depan dan kesulitan pasokan yang dialami para serdadunya adalah hasil dari keputusan sadar.

“Mereka yang mengganggu kami mencoba untuk memenangkan perang ini, secara langsung bekerja untuk musuh,” kesal Prigozhin, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (21/2/2023).

Sejak pecahnya konflik Ukraina, Prigozhin secara terbuka berseteru dengan para jenderal dan pejabat Kremlin, menuduh mereka tidak cukup semangat dalam menuntut kampanye militer melawan Kiev.

Dia telah menyimpan kritiknya yang paling keras untuk Kementerian Pertahanan Rusia, yang dia tuduh mencoba mengambil pujian atas pencapaian Wagner Group di medan perang.

Dalam pesan audionya, Prigozhin mengatakan orang-orang yang tidak disebutkan namanya yang dia salahkan atas kekurangan amunisi adalah “makan sarapan, makan siang, dan makan malam dari piring emas” dan mengirim kerabat mereka untuk berlibur ke Dubai, tujuan populer bagi elite Rusia.

Prigozhin telah menjadi salah satu pengkritik Menteri Pertahanan Sergey Shoigu yang paling berapi-api, bersikeras bahwa anak buahnya sendiri jauh lebih efektif daripada tentara reguler Rusia.

Prigozhin telah menghindari serangan pribadi dalam beberapa pekan terakhir sejak diminta untuk berhenti oleh Kremlin. Dia sebelumnya menyebut petinggi tentara sebagai "bajingan" yang harus dikirim tanpa alas kaki ke depan dengan senapan mesin.

Gedung Putih mengatakan pekan lalu bahwa Wagner Group telah menderita lebih dari 30.000 korban jiwa sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut Gedung Putih, sekitar 90 persen dari mereka yang terbunuh di Ukraina sejak Desember adalah narapidana.

Kepala Staf Umum Rusia Jenderal Valery Gerasimov ditunjuk bulan lalu untuk menjalankan perang di Ukraina, dan Sergey Surovikin yang dijuluki "Jenderal Armageddon" oleh media Rusia, diturunkan menjadi wakil komandan operasi.

Keduanya, tidak seperti Shoigu, adalah perwira militer karier. Sergey Markov, mantan penasihat Kremlin, mengatakan Surovikin masih sangat terlibat dalam operasi Ukraina meskipun diturunkan posisinya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Berita Terkini
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Infografis
Benarkan AS Beri Ukraina...
Benarkan AS Beri Ukraina Senjata Nuklir untuk Melawan Rusia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved