China Minta AS Jelaskan Ledakan Pipa Gas Nord Stream

Sabtu, 18 Februari 2023 - 06:00 WIB
loading...
A A A
Ledakan itu terjadi pada 26 September tahun lalu, menyebabkan retakan besar dan kebocoran gas dari dua pipa yang mengalir dari Rusia ke Jerman di bawah Laut Baltik. Pejabat dari negara-negara di kawasan itu mengatakan sabotase kemungkinan menjadi penyebab insiden tersebut.

Baca: Jurnalis Peraih Pulitzer: Kisah Ledakan Nord Stream Tidak Sulit Ditemukan

Pada 8 Februari, seorang jurnalis investigasi Amerika dan pemenang Hadiah Pulitzer Seymour Hersh menerbitkan hasil penyelidikannya sendiri atas ledakan tersebut. Ia mengklaim bahwa penyelam Angkatan Laut AS, dengan dukungan spesialis Norwegia, meletakkan alat peledak di bawah pipa gas Rusia pada Juni 2022 di bawah kedok latihan militer Baltops.

Menurut Hersh, keputusan tentang operasi tersebut dibuat oleh Presiden AS Biden setelah sembilan bulan berdiskusi dengan pejabat administrasi, yang bertanggung jawab atas masalah keamanan nasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China juga mengatakan, Washington harus menjelaskan alasan ledakan vinil klorida, mengacu pada penggelinciran kereta pada 3 Februari di Palestina Timur, Negara Bagian Ohio, yang membawa bahan kimia dan bahan mudah terbakar, dengan vinil klorida, dan menyebabkan kebakaran besar dan asap ke langit dan di atas kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Pelajar Perakit Bom...
Pelajar Perakit Bom di MAN 3 Padang Belajar dari Internet, Terinspirasi Kasus Bom SMA 72 Jakarta
Sebut AS Penjaga Selat...
Sebut AS Penjaga Selat Hormuz, Trump Tuntut Tarif Rp 480 Miliar per Kapal Supertanker
Senator Amerika Serikat...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak
Rekomendasi
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved