alexametrics

AS Tidak Tutup Kemungkinan Sanksi China Terkait Laut China Selatan

loading...
AS Tidak Tutup Kemungkinan Sanksi China Terkait Laut China Selatan
Amerika Serikat (AS) menuturkan, mereka mungkin akan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China yang terlibat dalam konflik di Laut China Selatan. Foto/Ist
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menuturkan, mereka mungkin akan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China yang terlibat dalam konflik di Laut China Selatan. Pernyataan ini datang setelah AS mengumumkan sikap yang lebih keras terhadap klaim Beijing di sana.

"Tidak ada yang diangkat dari atas meja, selalu ada ruang untuk itu (sanksi). Ini adalah bahasa yang dimengerti China, tindakan demonstratif dan nyata," ujar David Stilwell, asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Timur, seperti dilansir Reuters pada Rabu (15/7/2020).

(Baca juga: AS Tolak Klaim China pada Sumber Daya Alam di Laut China Selatan)

Pernyataan Sitwell datang sehari setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington akan menganggap perburuan sumber daya yang dilakukan Beijing di Laut China Selatan ilegal.



AS telah lama menolak klaim Beijing di Laut China Selatan, yang merupakan rumah bagi simpanan minyak dan gas yang berharga, dan jalur air yang vital untuk perdagangan dunia.

China mengklaim 90% dari kawasan yang berpotensi kaya energi, tetapi Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim bagian dari itu. Untuk memperkuat klaim mereka, China membangun sejumlah pulau buatan di kawasan tersebut.



(Baca juga: Reaksi China usai AS Tolak Klaimnya atas Laut China Selatan)

Greg Poling, seorang ahli Laut China Selatan di Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, mengatakan menyatakan klaim China membuka jalan bagi respons AS yang lebih keras, seperti melalui sanksi, dan juga dapat menyebabkan lebih banyak operasi kehadiran angkatan laut AS di kawasan itu.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak