AS Tembakkan Rudal Antarbenua setelah Pangkalan Nuklirnya Diintai Balon China
Sabtu, 11 Februari 2023 - 03:10 WIB
loading...
A
A
A
Badan-badan intelijen Amerika yakin balon itu, yang melewati pangkalan militer sensitif di Montana, kemungkinan mampu menyadap komunikasi Amerika.
"Peluncuran uji coba ini adalah bagian dari kegiatan rutin dan berkala yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa penangkal nuklir Amerika Serikat aman, terjamin, andal, dan efektif untuk mencegah ancaman abad kedua puluh satu dan meyakinkan kembali sekutu kami," kata Komando Serangan Global Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan.
"Tes semacam ini telah terjadi lebih dari 300 kali sebelumnya, dan tes ini bukanlah hasil dari peristiwa dunia saat ini," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip Mail Online,Sabtu (11/2/2023)
Jenderal Thomas A. Bussiere, komandan Komando Serangan Global Angkatan Udara, mengatakan: "Uji ICBM Kamis malam menampilkan inti dari misi pencegahan kami di panggung dunia, meyakinkan negara kami dan sekutunya bahwa senjata kami mampu dan penerbang kami siap dan bersedia untuk membela perdamaian di seluruh dunia pada saat ini juga."
Kendaraan re-entry ICBM menempuh jarak sekitar 4.200 mil ke Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall, rute yang biasa digunakan dalam peluncuran uji coba senjata semacam itu.
Kolonel Christopher Cruise, komandan Grup Uji dan Evaluasi ke-377, mengatakan: "Peluncuran ini menunjukkan redundansi dan keandalan sistem pencegahan strategis kami sambil mengirimkan pesan jaminan yang terlihat kepada sekutu."
"Peluncuran uji coba ini adalah bagian dari kegiatan rutin dan berkala yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa penangkal nuklir Amerika Serikat aman, terjamin, andal, dan efektif untuk mencegah ancaman abad kedua puluh satu dan meyakinkan kembali sekutu kami," kata Komando Serangan Global Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan.
"Tes semacam ini telah terjadi lebih dari 300 kali sebelumnya, dan tes ini bukanlah hasil dari peristiwa dunia saat ini," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip Mail Online,Sabtu (11/2/2023)
Jenderal Thomas A. Bussiere, komandan Komando Serangan Global Angkatan Udara, mengatakan: "Uji ICBM Kamis malam menampilkan inti dari misi pencegahan kami di panggung dunia, meyakinkan negara kami dan sekutunya bahwa senjata kami mampu dan penerbang kami siap dan bersedia untuk membela perdamaian di seluruh dunia pada saat ini juga."
Kendaraan re-entry ICBM menempuh jarak sekitar 4.200 mil ke Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall, rute yang biasa digunakan dalam peluncuran uji coba senjata semacam itu.
Kolonel Christopher Cruise, komandan Grup Uji dan Evaluasi ke-377, mengatakan: "Peluncuran ini menunjukkan redundansi dan keandalan sistem pencegahan strategis kami sambil mengirimkan pesan jaminan yang terlihat kepada sekutu."
Lihat Juga :