Gempa Turki-Suriah Tewaskan 17.591 Orang, Korban Mengira Bom Atom
Kamis, 09 Februari 2023 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pakar mengatakan jendela bertahan hidup bagi mereka yang terjebak di bawah reruntuhan atau tidak dapat memperoleh kebutuhan dasar telah ditutup dengan cepat. Pada saat yang sama, mereka mengatakan terlalu dini untuk meninggalkan harapan.
"72 jam pertama dianggap kritis," kata Steven Godby, pakar bencana alam di Nottingham Trent University di Inggris.
"Rasio kelangsungan hidup rata-rata dalam 24 jam adalah 74%, setelah 72 jam menjadi 22% dan pada hari kelima menjadi 6%," paparnya.
Risklayer, yang menggambarkan dirinya sebagai "firma risiko bencana kolaboratif yang transparan dan independen di Jerman dan Australia", men-tweet pada Rabu bahwa mereka memproyeksikan jumlah korban tewas bisa mencapai 45.000 jiwa.
Sementara itu, korban selamat di Gaziantep, Turki, menggambarkan kengerian dari gempa dahsyat hari Senin.
“Kami kehilangan rumah kami, kami kehilangan tetangga kami. Ini sangat sulit,” kata Nihat, seorang korban selamat di Gaziantep, kepada Al Jazeera.
"72 jam pertama dianggap kritis," kata Steven Godby, pakar bencana alam di Nottingham Trent University di Inggris.
"Rasio kelangsungan hidup rata-rata dalam 24 jam adalah 74%, setelah 72 jam menjadi 22% dan pada hari kelima menjadi 6%," paparnya.
Risklayer, yang menggambarkan dirinya sebagai "firma risiko bencana kolaboratif yang transparan dan independen di Jerman dan Australia", men-tweet pada Rabu bahwa mereka memproyeksikan jumlah korban tewas bisa mencapai 45.000 jiwa.
Sementara itu, korban selamat di Gaziantep, Turki, menggambarkan kengerian dari gempa dahsyat hari Senin.
“Kami kehilangan rumah kami, kami kehilangan tetangga kami. Ini sangat sulit,” kata Nihat, seorang korban selamat di Gaziantep, kepada Al Jazeera.
Lihat Juga :