Pandemi Memburuk, WHO: Banyak Negara Bergerak ke Arah yang Salah
Rabu, 15 Juli 2020 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Latin sudah mengonfirmasi lebih dari 145.000 kasus kematian terkait virus korona, meskipun jumlah sebenarnya diyakini lebih tinggi karena jumlah pengujian tidak memadai. Setengah dari kematian itu terjadi di Brasil, yang presidennya, Jair Bolsonaro, menentang langkah-langkah tegas untuk menekan penyebaran virus.
Ryan mengatakan, penutupan wilayah secara luas akan mengakibatkan konsekuensi ekonomi yang besar, tapi karantina lokal di tempat-tempat tertentu mungkin diperlukan untuk memitigasi penyebaran virus. Dia mendesak pemerintah menerapkan strategi yang jelas dan “kuat”.
“Warga harus memahaminya dan harus mudah bagi mereka untuk mematuhinya,” kata Ryan. “Kita perlu belajar untuk hidup dengan virus ini,” katanya, memperingatkan bahwa harapan virus bisa diberantas atau bahwa vaksin yang efektif bisa siap dalam beberapa bulan ke depan ialah “tidak realistis”.
Dia mengatakan, belum diketahui apakah pemulihan dari virus korona akan menyebabkan kekebalan atau jika memang demikian, berapa lama kekebalan itu akan bertahan. Sebuah studi terpisah yang dirilis pada Senin lalu oleh para ilmuwan di King's College, London, menunjukkan bahwa kekebalan terhadap virus corona mungkin berumur pendek. Para ilmuwan di kampus mempelajari 96 orang untuk memahami cara tubuh melawan virus corona secara alami dengan membuat antibodi dan berapa lama ia bertahan selama berminggu-minggu serta berbulan-bulan setelah pemulihan. (Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)
Meskipun hampir semua dari pasien yang berpartisipasi memiliki antibodi mampu menetralkan dan menghentikan virus corona, tapi kadarnya mulai berkurang selama tiga bulan penelitian. Pada rapat pengarahan WHO, para ahli kesehatan juga mengatakan, ada bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia 10 tahun hanya dipengaruhi secara sangat ringan oleh Covid-19, sedangkan mereka yang berusia di atas 10 tahun tampaknya menderita gejala ringan serupa dengan orang dewasa muda. (Andika H Mustaqim)
Ryan mengatakan, penutupan wilayah secara luas akan mengakibatkan konsekuensi ekonomi yang besar, tapi karantina lokal di tempat-tempat tertentu mungkin diperlukan untuk memitigasi penyebaran virus. Dia mendesak pemerintah menerapkan strategi yang jelas dan “kuat”.
“Warga harus memahaminya dan harus mudah bagi mereka untuk mematuhinya,” kata Ryan. “Kita perlu belajar untuk hidup dengan virus ini,” katanya, memperingatkan bahwa harapan virus bisa diberantas atau bahwa vaksin yang efektif bisa siap dalam beberapa bulan ke depan ialah “tidak realistis”.
Dia mengatakan, belum diketahui apakah pemulihan dari virus korona akan menyebabkan kekebalan atau jika memang demikian, berapa lama kekebalan itu akan bertahan. Sebuah studi terpisah yang dirilis pada Senin lalu oleh para ilmuwan di King's College, London, menunjukkan bahwa kekebalan terhadap virus corona mungkin berumur pendek. Para ilmuwan di kampus mempelajari 96 orang untuk memahami cara tubuh melawan virus corona secara alami dengan membuat antibodi dan berapa lama ia bertahan selama berminggu-minggu serta berbulan-bulan setelah pemulihan. (Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)
Meskipun hampir semua dari pasien yang berpartisipasi memiliki antibodi mampu menetralkan dan menghentikan virus corona, tapi kadarnya mulai berkurang selama tiga bulan penelitian. Pada rapat pengarahan WHO, para ahli kesehatan juga mengatakan, ada bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia 10 tahun hanya dipengaruhi secara sangat ringan oleh Covid-19, sedangkan mereka yang berusia di atas 10 tahun tampaknya menderita gejala ringan serupa dengan orang dewasa muda. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :