AS Murka Balon Mata-mata China Berkeliaran, Sebut Pelanggaran Kedaulatan

Minggu, 05 Februari 2023 - 10:35 WIB
loading...
A A A
"Mereka sedang mencari puing-puing," kata seorang pejabat militer senior.

Tidak ada perkiraan berapa lama misi pemulihan akan berlangsung, kata pejabat militer itu, tetapi fakta bahwa misi itu turun di daerah yang begitu dangkal akan membuat pemulihan "cukup mudah".

Angkatan Laut telah mengerahkan kapal perusak USS Oscar Austin, kapal penjelajah USS Philippine Sea dan USS Carter Hall, sebuah kapal pendarat amfibi untuk mendukung upaya tersebut.

Pejabat AS pertama kali mendeteksi balon dan muatannya pada 28 Januari ketika memasuki wilayah udara AS di dekat Kepulauan Aleutian. Balon itu melintasi Alaska, Kanada dan masuk kembali ke wilayah udara AS di atas Idaho.

"Presiden Biden meminta militer untuk memberikan opsi dan pada hari Rabu Presiden Biden memberikan otorisasinya untuk menurunkan balon pengintai China segera setelah misi tersebut dapat diselesaikan tanpa risiko yang tidak semestinya bagi kami warga sipil di bawah jalur balon tersebut," kata seorang pejabat pertahanan senior.

"Komandan militer menetapkan bahwa ada risiko yang tidak semestinya dari puing-puing yang menyebabkan kerusakan pada warga sipil saat balon itu berada di darat," imbuhnya.

Baca: AS Dikerjai Balon Mata-mata China, 2 Jet Tempur Siluman F-22 Beraksi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Ikuti Indonesia, Inggris...
Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Rekomendasi
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved