Kelompok Lingkungan Marah setelah Kapal Induk Brasil Ditenggelamkan di Atlantik

Minggu, 05 Februari 2023 - 01:01 WIB
loading...
A A A
Kementerian Pertahanan Brasil saat itu menyatakannya sebagai "upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya" untuk mendaur ulangnya dengan cara "aman dan ramah lingkungan".

Namun, setelah transit kapal dimulai, Turki memblokir prosedur tersebut karena kekhawatiran dari otoritas lingkungannya.

Brasil terpaksa membawa pulang kapal itu, tetapi tidak mengizinkannya memasuki pelabuhan karena "berisiko tinggi" terhadap lingkungan.

Dengan Sao Paulo menghadapi bahaya tenggelam secara spontan karena masalah daya apung, Kementerian Pertahanan mengatakan tidak ada pilihan lain selain "membuang lambung, melalui penenggelaman yang direncanakan dan dikendalikan."

Meski Brasil menenggelamkan kapal di zona yang dipilih secara khusus, tindakan tersebut memicu kemarahan para aktivis lingkungan.

Dalam pernyataan pada Sabtu, Basel Action Network mengatakan kapal tersebut berisi sekitar 760 ton asbes berbahaya, dan ratusan ton zat beracun lainnya, termasuk cat sarat logam berat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved