Ibu Ini Diam Saja saat Diperkosa Penyusup karena Takut Anaknya Terbangun
Sabtu, 04 Februari 2023 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
"Dia [korban] tiba-tiba terbangun untuk menutupi wajahnya," kata McCloskey, seperti dikutip dari Liverpool Echo, Sabtu (4/2/2023).
“Awalnya bingung, dia mengira mungkin temannya telah kembali dan mengacau sehingga terdorong mundur sebelum segera menyadari bahwa seorang pria tak dikenal ada di kamar tidurnya dengan tangan menutupi mulut dan hidungnya," lanjut jaksa.
"Dia [korban] mendorong tangan terdakwa menjauh tapi dia [terdakwa] mendorong lebih keras dan dia [korban] berjuang untuk bernapas."
McCloskey mengatakan korban akhirnya "berbaring di tempat tidur karena takut anak-anak akan bangun dan masuk ke kamar".
Terdakwa, lanjut jaksa melanjutkan untuk memerkosa korban dan setelah itu dia meletakkan selimut di atas kepala dan wajah korban.
"Dia menggambarkan menerima apa yang terjadi agar tidak membangunkan anak-anak di kamar sebelah," kata jaksa.
Terdakwa, imbuh jaksa, melarang korban menelepon polisi dan korban mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan melakukannya. Namun begitu terdakwa pergi, korban menelepon nomor darurat 999.
Korban menjalani pemeriksaan medis dan diketahui mengidap IMS [infeksi menular seksual] dari pemerkosa.
Korban memasang CCTV di rumahnya dan pergi untuk tinggal bersama keluarga.
Enam minggu kemudian pada 12 November korban menerima alarm pada pukul 05.00 pagi yang menunjukkan terdakwa mencoba masuk dengan memegang pegangan pintunya sebelum akhirnya pergi.
Korban selanjutnya mengirim rekaman CCTV itu ke polisi.
Pada malam yang sama, terdakwa mencoba membobol beberapa properti lain di area tersebut.
“Awalnya bingung, dia mengira mungkin temannya telah kembali dan mengacau sehingga terdorong mundur sebelum segera menyadari bahwa seorang pria tak dikenal ada di kamar tidurnya dengan tangan menutupi mulut dan hidungnya," lanjut jaksa.
"Dia [korban] mendorong tangan terdakwa menjauh tapi dia [terdakwa] mendorong lebih keras dan dia [korban] berjuang untuk bernapas."
McCloskey mengatakan korban akhirnya "berbaring di tempat tidur karena takut anak-anak akan bangun dan masuk ke kamar".
Terdakwa, lanjut jaksa melanjutkan untuk memerkosa korban dan setelah itu dia meletakkan selimut di atas kepala dan wajah korban.
"Dia menggambarkan menerima apa yang terjadi agar tidak membangunkan anak-anak di kamar sebelah," kata jaksa.
Terdakwa, imbuh jaksa, melarang korban menelepon polisi dan korban mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan melakukannya. Namun begitu terdakwa pergi, korban menelepon nomor darurat 999.
Korban menjalani pemeriksaan medis dan diketahui mengidap IMS [infeksi menular seksual] dari pemerkosa.
Korban memasang CCTV di rumahnya dan pergi untuk tinggal bersama keluarga.
Enam minggu kemudian pada 12 November korban menerima alarm pada pukul 05.00 pagi yang menunjukkan terdakwa mencoba masuk dengan memegang pegangan pintunya sebelum akhirnya pergi.
Korban selanjutnya mengirim rekaman CCTV itu ke polisi.
Pada malam yang sama, terdakwa mencoba membobol beberapa properti lain di area tersebut.
Lihat Juga :