Dipasok Rudal GLSDB Amerika, Ukraina Bisa Sesuka Hati Invasi Balik Rusia
Sabtu, 04 Februari 2023 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
GLDSB diproduksi oleh Boeing bekerja sama dengan Saab AB Swedia, dan menggabungkan bom berdiameter kecil GBU-39 dengan motor roket M26.
Tidak jelas berapa banyak amunisi yang ingin dikirim Pentagon, atau apakah mereka akan berasal dari persediaan militer AS atau perlu diproduksi baru.
Reuters mengeklaim telah melihat dokumen Boeing yang mengatakan pengiriman pertama bisa dilakukan paling cepat pada musim semi 2023.
![Dipasok Rudal GLSDB Amerika, Ukraina Bisa Sesuka Hati Invasi Balik Rusia]()
Foto/Saab AB
Sementara itu, Bloomberg mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan jangka waktu bisa sampai sembilan bulan, tergantung kapan Angkatan Udara AS mengeluarkan kontrak.
Bloomberg juga melaporkan pesanan GLSDB akan mencapai USD200 juta dari USD1,75 miliar dalam pendanaan Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina, mengacu pada kontrak untuk senjata dan amunisi yang tidak keluar dari persediaan Pentagon.
Setiap kali rudal benar-benar tiba, Rusia telah mengisyaratkan bagaimana tanggapannya.
Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin menugaskan militer untuk "menghilangkan segala kemungkinan" serangan artileri Ukraina di wilayah Rusia.
Tidak jelas berapa banyak amunisi yang ingin dikirim Pentagon, atau apakah mereka akan berasal dari persediaan militer AS atau perlu diproduksi baru.
Reuters mengeklaim telah melihat dokumen Boeing yang mengatakan pengiriman pertama bisa dilakukan paling cepat pada musim semi 2023.

Foto/Saab AB
Sementara itu, Bloomberg mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan jangka waktu bisa sampai sembilan bulan, tergantung kapan Angkatan Udara AS mengeluarkan kontrak.
Bloomberg juga melaporkan pesanan GLSDB akan mencapai USD200 juta dari USD1,75 miliar dalam pendanaan Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina, mengacu pada kontrak untuk senjata dan amunisi yang tidak keluar dari persediaan Pentagon.
Setiap kali rudal benar-benar tiba, Rusia telah mengisyaratkan bagaimana tanggapannya.
Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin menugaskan militer untuk "menghilangkan segala kemungkinan" serangan artileri Ukraina di wilayah Rusia.
Lihat Juga :